Penderita sakit jantung perlu perhatian khusus saat puasa
Senin, 11 April 2022 8:41 WIB
Ilustrasi pemeriksaan jantung (ANTARA/Pixabay) (ANTARA/Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Mereka yang mengalami sakit jantung khususnya gagal jantung memerlukan perhatian khusus dalam melaksanakan puasa, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Indonesia dr. Bonita Effendi, Sp.PD, B.MedSci, M.Epid.
Dia yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah itu melalui surat elektroniknya kepada ANTARA mengatakan, alasan pasien dengan kondisi gagal jantung ini perlu mendapat perhatian karena dia wajib tetap minum obat dan mengontrol volume cairan dalam tubuh.
"Sebaiknya berkonsultasi dan melakukan pengecekan kondisi jantung terlebih dahulu, apakah kondisi jantung sudah terkontrol dengan baik atau belum," kata dia.
Baca juga: Tips dokter turunkan rasa lapar hingga lesu selama puasa Ramadhan
Bonita juga mengingatkan pentingnya pasien melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memulai puasa dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang merawat.
"Selain itu, mereka disarankan tetap melakukan kontrol pengobatan untuk masalah penyakit jantung," tutur dia.
Penyakit jantung sangat beragam seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit jantung karena gangguan irama jantung, kelainan katup jantung, kelainan jantung bawaan, ataupun gagal jantung.
Pada penyakit jantung koroner umumnya berkaitan dengan dislipidemia (gangguan kolesterol) yang disebabkan karena peningkatan kolesterol jahat (LDL - Low Density Lipoprotein).
Menurut Bonita, pada pasien ini penerapan pola jenis makanan yang tinggi serat, tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak atau kolesterol serta tetap mengatur waktu untuk tetap berolahraga adalah hal yang penting.
Secara umum, puasa bermanfaat bagi kesehatan jantung antara lain dapat menurunkan asupan kalori termasuk jenis makanan berlemak yang tinggi kolesterol/LDL ataupun makanan yang memicu peningkatan trigliserida. Contoh makanan tinggi karbohidrat seperti nasi dan makanan berbasis tepung terigu.
Dia yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah itu melalui surat elektroniknya kepada ANTARA mengatakan, alasan pasien dengan kondisi gagal jantung ini perlu mendapat perhatian karena dia wajib tetap minum obat dan mengontrol volume cairan dalam tubuh.
"Sebaiknya berkonsultasi dan melakukan pengecekan kondisi jantung terlebih dahulu, apakah kondisi jantung sudah terkontrol dengan baik atau belum," kata dia.
Baca juga: Tips dokter turunkan rasa lapar hingga lesu selama puasa Ramadhan
Bonita juga mengingatkan pentingnya pasien melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memulai puasa dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang merawat.
"Selain itu, mereka disarankan tetap melakukan kontrol pengobatan untuk masalah penyakit jantung," tutur dia.
Penyakit jantung sangat beragam seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit jantung karena gangguan irama jantung, kelainan katup jantung, kelainan jantung bawaan, ataupun gagal jantung.
Pada penyakit jantung koroner umumnya berkaitan dengan dislipidemia (gangguan kolesterol) yang disebabkan karena peningkatan kolesterol jahat (LDL - Low Density Lipoprotein).
Menurut Bonita, pada pasien ini penerapan pola jenis makanan yang tinggi serat, tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak atau kolesterol serta tetap mengatur waktu untuk tetap berolahraga adalah hal yang penting.
Secara umum, puasa bermanfaat bagi kesehatan jantung antara lain dapat menurunkan asupan kalori termasuk jenis makanan berlemak yang tinggi kolesterol/LDL ataupun makanan yang memicu peningkatan trigliserida. Contoh makanan tinggi karbohidrat seperti nasi dan makanan berbasis tepung terigu.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Suplemen kesehatan jantung yang perlu dihindari menurut rekomendasi para ahli
22 February 2026 22:25 WIB
Salmon panggang dan sayuran hijau jadi menu makan malam terbaik untuk jantung
11 December 2025 17:56 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Yamaha: Tips aman berkendara saat berpuasa, tetap aktif bermobilitas selama Ramadhan
13 March 2026 12:55 WIB