BPJamsostek terus sosialisasikan manfaat JAMSOSTEK bagi pekerja
Kamis, 21 April 2022 15:01 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (tiga kanan) menyerahkan santunan secara simbolis kepada peserta JAMSOSTEK di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BPJSMSOSTEK Cabang Palangka Raya.
Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK, terus berupaya menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, terkhusus pekerja di Provinsi Kalimantan Tengah, terkait banyaknya manfaat yang akan didapat apabila mengikuti program Jamsostek.
"Itu kami lakukan karena mengharapkan seluruh pekerja yang ada di provinsi ini, bisa menjadi peserta Jamsostek. Jadi, berbagai risiko dalam bekerja dapat terlindungi," kata Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Kalimantan Rini Suryani melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Kamis.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Palangka Raya Budi Wahyudi menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan wujud negara melindungi seluruh pekerja. Di mana program perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Biarpun hanya membayar iuran dengan nilai kecil, tetapi pekerja tetap mendapat manfaat yang sangat besar," kata Budi.
Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan Kunjungan Kerja Tim Komisi IX DPR RI di Kalimantan Tengah yang dipimpin Ketua Komisi Felly Estelita Runtuwene. Kegiatan dipusatkan di komplek kantor Gubernur Kalteng beberapa waktu lalu.
Baca juga: Korban meninggal Alfamart dapat santunan ratusan juta rupiah dari BPJamsostek
Agenda pertemuan dengan Komisi IX itu untuk membahas pelaksanaan penanganan pandemi, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi di Kalteng. Selain itu juga terkait program-program sesuai bidang tugasnya, seperti kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, pengawasan obat, dan makanan, serta jaminan sosial.
Pada pertemuan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis program jaminan kematian dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan kepada dua orang penerima santunan.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, terdapat dua persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, yakni kesehatan dan ketenagakerjaan.
Sugianto menambahkan, di masa pandemi COVID-19 yang belum usai, pihaknya terus mendorong pemda di provinsi setempat meningkatkan program pemulihan ekonomi, termasuk melalui program ketenagakerjaan secara menyeluruh.
Baca juga: Semarakkan semangat Ramadhan, BPJAMSOSTEK berbagi takjil di Palangka Raya
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan gandeng BNI Agen46 perluas pembayaran peserta
"Itu kami lakukan karena mengharapkan seluruh pekerja yang ada di provinsi ini, bisa menjadi peserta Jamsostek. Jadi, berbagai risiko dalam bekerja dapat terlindungi," kata Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Kalimantan Rini Suryani melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Kamis.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Palangka Raya Budi Wahyudi menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan wujud negara melindungi seluruh pekerja. Di mana program perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Biarpun hanya membayar iuran dengan nilai kecil, tetapi pekerja tetap mendapat manfaat yang sangat besar," kata Budi.
Pernyataan itu diungkapkan dia terkait pelaksanaan Kunjungan Kerja Tim Komisi IX DPR RI di Kalimantan Tengah yang dipimpin Ketua Komisi Felly Estelita Runtuwene. Kegiatan dipusatkan di komplek kantor Gubernur Kalteng beberapa waktu lalu.
Baca juga: Korban meninggal Alfamart dapat santunan ratusan juta rupiah dari BPJamsostek
Agenda pertemuan dengan Komisi IX itu untuk membahas pelaksanaan penanganan pandemi, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi di Kalteng. Selain itu juga terkait program-program sesuai bidang tugasnya, seperti kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, pengawasan obat, dan makanan, serta jaminan sosial.
Pada pertemuan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis program jaminan kematian dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan kepada dua orang penerima santunan.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, terdapat dua persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, yakni kesehatan dan ketenagakerjaan.
Sugianto menambahkan, di masa pandemi COVID-19 yang belum usai, pihaknya terus mendorong pemda di provinsi setempat meningkatkan program pemulihan ekonomi, termasuk melalui program ketenagakerjaan secara menyeluruh.
Baca juga: Semarakkan semangat Ramadhan, BPJAMSOSTEK berbagi takjil di Palangka Raya
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan gandeng BNI Agen46 perluas pembayaran peserta
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden tetapkan kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan periode 2026-2031
23 February 2026 15:29 WIB
Pemerintah desa di Kotim bisa gunakan Dana Desa untuk lindungi pekerja rentan
23 February 2026 15:02 WIB
Disdik dan BPJS dorong sekolah swasta lindungi tenaga pendidik di Palangka Raya
16 February 2026 18:30 WIB
Pengurus dan anggota koperasi di Kotim diedukasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan
04 February 2026 17:16 WIB
Disnakertranskop UKM Barut perkuat koordinasi ketenagakerjaan dan pemagangan
20 January 2026 17:28 WIB
Kejati tangkap tersangka dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan
18 December 2025 23:32 WIB
Banyak pekerja jasa kontruksi di Pulpis belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
16 December 2025 15:24 WIB
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Kejari tetapkan guru besar di Palangka Raya tersangka korupsi Rp2,4 miliar
28 February 2026 7:42 WIB
Angelina Sondakh meriahkan buka bersama pemerintah dan warga Palangka Raya
27 February 2026 22:37 WIB
DPRD Palangka Raya tekankan transparansi dan ketepatan sasaran 600 unit bedah rumah
26 February 2026 11:55 WIB