Bupati harapkan BBGRM ciptakan penguatan integrasi sosial di Katingan
Jumat, 29 Juli 2022 19:03 WIB
Bupati Katingan Sakariyas (tiga dari kiri) foto bersama dengan para juara dalam acara penutupan kegiatan BBGRM ke-19, HKGPKK ke-50 dan HKN ke-29 tingkat Kabupaten Katingan 2022 di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya, Kamis (28/7/2022). ANTARA/HO-Bagian PKP Setda Katingan
Kasongan (ANTARA) - Bupati Katingan Kalimantan Tengah Sakariyas mengharapkan kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-19 dapat memberikan efek positif dan manfaat yang sebesar-besarnya serta terciptanya penguatan integrasi sosial dalam pelaksanaan pembangunan di daerah setempat.
"Kegiatan BBGRM diharapkan juga dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai," kata Sakariyas di Desa Tumbang Gaei, Kamis.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup secara resmi kegiatan BBGRM ke-19, Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKGPKK) ke-50 dan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-29 tingkat Kabupaten Katingan 2022 di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya.
Menurutnya, hal lain yang juga tidak kalah penting bahwa momentum penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahim dan bertatap muka serta berdialog langsung dengan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi wadah bertumbuhnya ikatan batin di antara kita semua. Tidak ada lagi jarak pemisah antara pemimpin dengan yang dipimpin, antara bupati dengan rakyatnya," ucap dia.
Baca juga: Katingan peringkat enam besar MTQH XXX Kalteng
Lebih lanjut orang nomor satu di Katingan itu meyakini segala permasalahan akan mudah terpecahkan jika sinergitas antara pemerintah dan masyarakat terjalin dengan baik.
Dikatakannya hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat di Katingan mampu membangun jati diri, keluarga dan lingkungan serta wilayahnya masing-masing menuju "Katingan Bermartabat".
Dalam kesempatan itu dia meminta seluruh masyarakat Katingan tidak menjadikan gotong royong hanya sekadar slogan atau sebatas kata-kata. Yakni, hanya pada waktu-waktu tertentu saja seperti kegiatan saat ini gotong royong dilaksanakan karena sebatas ajang perlombaan saja.
Untuk itu seluruh masyarakat Katingan harus bisa membuktikan dan mengimplementasikan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Budaya gotong royong mesti diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Gotong royong merupakan kekuatan dan modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam menatap masa depan yang lebih baik," demikian Sakariyas.
Baca juga: Bupati Katingan sebut FTIK penting untuk pembinaan umat Hindu Kaharingan
Baca juga: Terapkan kebijakan satu peta, Pemkab Katingan gelar pelatihan GPS
Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan zona integritas sukseskan reformasi birokrasi
"Kegiatan BBGRM diharapkan juga dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai," kata Sakariyas di Desa Tumbang Gaei, Kamis.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup secara resmi kegiatan BBGRM ke-19, Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKGPKK) ke-50 dan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-29 tingkat Kabupaten Katingan 2022 di Desa Tumbang Gaei Kecamatan Bukit Raya.
Menurutnya, hal lain yang juga tidak kalah penting bahwa momentum penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahim dan bertatap muka serta berdialog langsung dengan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi wadah bertumbuhnya ikatan batin di antara kita semua. Tidak ada lagi jarak pemisah antara pemimpin dengan yang dipimpin, antara bupati dengan rakyatnya," ucap dia.
Baca juga: Katingan peringkat enam besar MTQH XXX Kalteng
Lebih lanjut orang nomor satu di Katingan itu meyakini segala permasalahan akan mudah terpecahkan jika sinergitas antara pemerintah dan masyarakat terjalin dengan baik.
Dikatakannya hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat di Katingan mampu membangun jati diri, keluarga dan lingkungan serta wilayahnya masing-masing menuju "Katingan Bermartabat".
Dalam kesempatan itu dia meminta seluruh masyarakat Katingan tidak menjadikan gotong royong hanya sekadar slogan atau sebatas kata-kata. Yakni, hanya pada waktu-waktu tertentu saja seperti kegiatan saat ini gotong royong dilaksanakan karena sebatas ajang perlombaan saja.
Untuk itu seluruh masyarakat Katingan harus bisa membuktikan dan mengimplementasikan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Budaya gotong royong mesti diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Gotong royong merupakan kekuatan dan modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam menatap masa depan yang lebih baik," demikian Sakariyas.
Baca juga: Bupati Katingan sebut FTIK penting untuk pembinaan umat Hindu Kaharingan
Baca juga: Terapkan kebijakan satu peta, Pemkab Katingan gelar pelatihan GPS
Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan zona integritas sukseskan reformasi birokrasi
Pewarta : Fernando Rajagukguk
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Barut harapkan pengembangan lapangan gas Karendan bermanfaat bagi masyarakat
18 December 2025 17:23 WIB
Ketua Komisi II DPRD Barut harapkan pemerintah perkuat sektor infrastruktur
05 December 2025 7:41 WIB
Legislatir Barut harapkan peluncuran I-Mobil pelayanan perizinan mudahkan masyarakat
03 December 2025 8:24 WIB
Legislator Barut harapkan OPD laksanakan surat edaran shalat fardu saat jam kerja
30 November 2025 7:43 WIB
DPRD harapkan workshop Batara Bersinar tingkatkan pemahaman bahaya narkoba
27 November 2025 6:52 WIB
Legislator Barut harapkan seminar Al Quran jadi ruang edukasi generasi muda
21 November 2025 8:52 WIB
Terpopuler - Katingan
Lihat Juga
Mayat misterius ditemukan tersangkut di ranting Sungai Asem Kumbang, Katingan
29 December 2025 17:38 WIB
Penjabat Sekda Katingan tekankan transparansi dan percepatan realisasi APBD 2025
18 November 2025 14:02 WIB