Nelayan di Seruyan sulit dapatkan BBM Subsidi
Sabtu, 20 Agustus 2022 15:03 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Seruyan Zuli Eko Prasetyo. (ANTARA/HO-Publikasi DPRD Seruyan)
Kuala Pembuang (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Zuli Eko Prasetyo menyebutkan bahwa pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan, karena kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
“Sebelum para nelayan datang ke kantor DPRD, mereka sudah ada menyampaikan terkait dengan permasalahan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi tersebut,” kata Zuli Eko di Kuala Pembuang, Sabtu.
Dia mengatakan, dalam mendapatkan BBM solar bersubsidi tersebut sejatinya memang merupakan hak mereka. Kendati demikian, saat ini tidak bisa terpenuhi secara maksimal.
Terkait hal itu, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan tersebut, sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan itu mendapatkan haknya sebagaimana mestinya.
“Dari laporan-laporan yang diberikan oleh masyarakat tadi akan kita tampung dan kita sampaikan kepada dinas terkait. Karena memang untuk kewenangan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) itu berada di Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) provinsi,” jelasnya.
Lanjut dia, aspirasi masyarakat ini nantinya sebagai dasar untuk menyampaikan kepada Dislutkan, sehingga nanti diharapkan para nelayan bisa dengan mudah mendapatkan SPDN tersebut.
Hal tersebut memang perlu diperhatikan dengan maksimal, karena BBM ini merupakan salah satu penunjang bagi para nelayan.
“Bagi nelayan tangkap baik laut maupun sungai tentu BBM adalah penunjang untuk memaksimalkan hasil tangkapan mereka, sehingga dengan begitu produksi perikanan kita di "Bumi Gawi Hantantiring" ini juga meningkat,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta kepada Dislutkan agar bisa mengontrol atau memantau pembagian BBM bersubsidi tersebut, apakah memang kuotanya terbatas atau memang ada penyimpangan yang dilakukan oknum distributor.
"Pembagiannya juga memang harus diperhatikan, kalau ada penyimpangan memang harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi karena ini berdampak pada para nelayan, kita juga akan memantau hal tersebut," demikian Zuli Eko
“Sebelum para nelayan datang ke kantor DPRD, mereka sudah ada menyampaikan terkait dengan permasalahan kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi tersebut,” kata Zuli Eko di Kuala Pembuang, Sabtu.
Dia mengatakan, dalam mendapatkan BBM solar bersubsidi tersebut sejatinya memang merupakan hak mereka. Kendati demikian, saat ini tidak bisa terpenuhi secara maksimal.
Terkait hal itu, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan tersebut, sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan itu mendapatkan haknya sebagaimana mestinya.
“Dari laporan-laporan yang diberikan oleh masyarakat tadi akan kita tampung dan kita sampaikan kepada dinas terkait. Karena memang untuk kewenangan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) itu berada di Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) provinsi,” jelasnya.
Lanjut dia, aspirasi masyarakat ini nantinya sebagai dasar untuk menyampaikan kepada Dislutkan, sehingga nanti diharapkan para nelayan bisa dengan mudah mendapatkan SPDN tersebut.
Hal tersebut memang perlu diperhatikan dengan maksimal, karena BBM ini merupakan salah satu penunjang bagi para nelayan.
“Bagi nelayan tangkap baik laut maupun sungai tentu BBM adalah penunjang untuk memaksimalkan hasil tangkapan mereka, sehingga dengan begitu produksi perikanan kita di "Bumi Gawi Hantantiring" ini juga meningkat,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta kepada Dislutkan agar bisa mengontrol atau memantau pembagian BBM bersubsidi tersebut, apakah memang kuotanya terbatas atau memang ada penyimpangan yang dilakukan oknum distributor.
"Pembagiannya juga memang harus diperhatikan, kalau ada penyimpangan memang harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi karena ini berdampak pada para nelayan, kita juga akan memantau hal tersebut," demikian Zuli Eko
Pewarta : Radianor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Kadiskominfo Seruyan jalani sidang perdana terkait dugaan korupsi internet
18 December 2025 23:17 WIB
Kejati Kalteng limpahkan dua tersangka korupsi internet Seruyan ke Pengadilan
05 December 2025 14:51 WIB
Legislator Kalteng sebut kerusakan jalan di wilayah Seruyan memprihatinkan
13 November 2025 21:47 WIB
Penangkapan Kadis Kominfo Seruyan terkait dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar
23 October 2025 22:44 WIB
Dugaan korupsi internet Rp1,5 miliar, Kadis Kominfo Seruyan ditangkap Kejati Kalteng
23 October 2025 18:59 WIB
DPRD Kalteng minta pemerintah optimalkan pengembangan pariwisata di Kotim dan Seruyan
21 October 2025 15:57 WIB
Gubernur Kalteng minta perwakilan perusahaan 'angkat kaki' dari ruang rapat
20 September 2025 16:36 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025