Masyarakat diminta waspadai penipuan lelang
Sabtu, 21 Januari 2023 14:39 WIB
Tangkapan layar Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Joko Prihanto dalam Media Briefing daring di Jakarta, Jumat (20/1/2023). (ANTARA/Sanya Dinda)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Joko Prihanto meminta masyarakat waspadai penipuan berkedok lelang yang marak dilakukan melalui media sosial.
"Baik melalui whatsapp maupun telepon, ada orang yang menawarkan lelang mobil mewah, dengan segera meminta agar uangnya ditransfer," kata Joko dalam media briefing yang dipantau di Jakarta, Jumat. Ia memberi contoh lain dimana penipu kerap meminta agar masyarakat mengirimkan uang down payment (DP) terlebih dahulu untuk membeli barang yang dilelang.
"Padahal kalau lelang yang benar, tidak ada DP, tetapi ada uang jaminan yang disetor ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang)," imbuhnya. Apabila terdapat penawaran lelang dengan harga produk yang tidak wajar, baik yang ditawarkan melalui selebaran, telepon, maupun media sosial, masyarakat dapat meminta konfirmasi terkait kebenaran lelang tersebut kepada DJKN Kemenkeu di telepon 150 991 atau media sosial instagram dan twitter DitjenKN.
"Dipersilakan menghubungi kontak kami, kami akan memberikan informasi valid apakah pengumuman itu benar. Jadi konfirmasi dulu, jangan transfer uang ke penipu dulu baru mengontak DJKN," tegasnya. Selain itu, Joko juga meminta agar masyarakat yang ingin membeli barang lelang melakukan transaksi melalui situs web lelang.go.id milik pemerintah.
Sebelumnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat penyelenggaraan pokok lelang pada 2022 menghasilkan Rp35,23 triliun atau mencapai 117 persen dari target sebesar Rp30 triliun.
"Baik melalui whatsapp maupun telepon, ada orang yang menawarkan lelang mobil mewah, dengan segera meminta agar uangnya ditransfer," kata Joko dalam media briefing yang dipantau di Jakarta, Jumat. Ia memberi contoh lain dimana penipu kerap meminta agar masyarakat mengirimkan uang down payment (DP) terlebih dahulu untuk membeli barang yang dilelang.
"Padahal kalau lelang yang benar, tidak ada DP, tetapi ada uang jaminan yang disetor ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang)," imbuhnya. Apabila terdapat penawaran lelang dengan harga produk yang tidak wajar, baik yang ditawarkan melalui selebaran, telepon, maupun media sosial, masyarakat dapat meminta konfirmasi terkait kebenaran lelang tersebut kepada DJKN Kemenkeu di telepon 150 991 atau media sosial instagram dan twitter DitjenKN.
"Dipersilakan menghubungi kontak kami, kami akan memberikan informasi valid apakah pengumuman itu benar. Jadi konfirmasi dulu, jangan transfer uang ke penipu dulu baru mengontak DJKN," tegasnya. Selain itu, Joko juga meminta agar masyarakat yang ingin membeli barang lelang melakukan transaksi melalui situs web lelang.go.id milik pemerintah.
Sebelumnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat penyelenggaraan pokok lelang pada 2022 menghasilkan Rp35,23 triliun atau mencapai 117 persen dari target sebesar Rp30 triliun.
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bea Cukai Palangka Raya imbau masyarakat waspadai penipuan online catut nama petugas
23 December 2025 16:25 WIB
Berikut daerah di Kalteng dengan aduan penipuan keuangan tertinggi, OJK perkuat pencegahan
11 December 2025 17:32 WIB
Pelni Pangkalan Bun minta masyarakat waspada penipuan berkedok agen tiket
26 November 2025 19:10 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB