BRIN latih warga Bartim budi daya tanaman pangan berbasis organik
Sabtu, 19 Agustus 2023 16:55 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Iwan Kurniawan (layar kanan) memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan budi daya tanaman pangan berbasis organik yang dilaksanakan di Tamiang Layang, Sabtu (19/8/2023). (ANTARA/Habibullah)
Tamiang Layang (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI melaksanakan pelatihan budi daya tanaman pangan berbasis organik kepada warga Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
“Program ini untuk penguatan sekaligus meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Hari ini peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Koordinator Multi Unit Kerja Layanan Humas BRIN, Andriani Agustina di Tamiang Layang, Sabtu.
Menurutnya, pelatihan diberikan agar masyarakat menyerap ilmu atau pengetahuan yang disampaikan narasumber dari BRIN untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dicontohkan seperti budi daya pangan organik bisa diimplementasikan di lingkungannya untuk dikonsumsi bahkan mungkin dikembangkan usaha pertaniannya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Iwan Kurniawan melalui konferensi video ikut menyapa warga Bartim yang berpartisipasi dalam pelatihan. Menurutnya, budi daya tanaman berbasis organik merupakan suatu sistem produksi yang mendukung kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia.
“Produk organik yang sering ditemui pada umumnya adalah beras organik maupun sayur-sayuran. Tentu tanaman pangan dari hasil budi daya tanaman berbasis organik cukup baik dikonsumsi untuk tubuh. Saya harap, kesempatan ini menambah ilmu pengetahuan dan diimplementasikan,” terangnya.
Baca juga: Pemkab Barito Timur programkan hilirisasi industri untuk kesejahteraan masyarakat
Sementara itu, Peneliti Madya Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, sekaligus Instruktur pelatihan budi daya tanaman pangan berbasis organik, I Gusti Komang Dana Arsana mengatakan, budi daya tanaman berbasis organik merupakan suatu sistem produksi yang mendukung kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia.
Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Pak Komang itu juga menyampaikan kepada masyarakat perihal pemahaman makna organik serta implementasi yang dapat dilakukan dalam skala rumah tangga, perorangan maupun kelompok.
Komang juga memberi pelatihan cara membuat pupuk organik yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari kepada 180 orang peserta yang hadir, baik dari tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda-pemudi, pelajar hingga mahasiswa.
Baca juga: DPRD Bartim: Membangun Indonesia jadi Negara maju perlu gotong royong
Baca juga: Kebakaran lahan mulai terjadi di Barito Timur
Baca juga: Bupati Bartim: Isi kemerdekaan dengan pembangunan untuk Indonesia Maju
“Program ini untuk penguatan sekaligus meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Hari ini peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Koordinator Multi Unit Kerja Layanan Humas BRIN, Andriani Agustina di Tamiang Layang, Sabtu.
Menurutnya, pelatihan diberikan agar masyarakat menyerap ilmu atau pengetahuan yang disampaikan narasumber dari BRIN untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dicontohkan seperti budi daya pangan organik bisa diimplementasikan di lingkungannya untuk dikonsumsi bahkan mungkin dikembangkan usaha pertaniannya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Iwan Kurniawan melalui konferensi video ikut menyapa warga Bartim yang berpartisipasi dalam pelatihan. Menurutnya, budi daya tanaman berbasis organik merupakan suatu sistem produksi yang mendukung kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia.
“Produk organik yang sering ditemui pada umumnya adalah beras organik maupun sayur-sayuran. Tentu tanaman pangan dari hasil budi daya tanaman berbasis organik cukup baik dikonsumsi untuk tubuh. Saya harap, kesempatan ini menambah ilmu pengetahuan dan diimplementasikan,” terangnya.
Baca juga: Pemkab Barito Timur programkan hilirisasi industri untuk kesejahteraan masyarakat
Sementara itu, Peneliti Madya Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, sekaligus Instruktur pelatihan budi daya tanaman pangan berbasis organik, I Gusti Komang Dana Arsana mengatakan, budi daya tanaman berbasis organik merupakan suatu sistem produksi yang mendukung kesehatan tanah, ekosistem, dan manusia.
Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Pak Komang itu juga menyampaikan kepada masyarakat perihal pemahaman makna organik serta implementasi yang dapat dilakukan dalam skala rumah tangga, perorangan maupun kelompok.
Komang juga memberi pelatihan cara membuat pupuk organik yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari kepada 180 orang peserta yang hadir, baik dari tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda-pemudi, pelajar hingga mahasiswa.
Baca juga: DPRD Bartim: Membangun Indonesia jadi Negara maju perlu gotong royong
Baca juga: Kebakaran lahan mulai terjadi di Barito Timur
Baca juga: Bupati Bartim: Isi kemerdekaan dengan pembangunan untuk Indonesia Maju
Pewarta : Habibullah
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menuju Piala Dunia 2026, Komisi VII minta kolaborasi TVRI, RRI, dan ANTARA
20 February 2026 20:22 WIB
Terpopuler - Barito Timur
Lihat Juga
Bupati Bartim tandatangani verifikasi IPPR dan RDTR di Kementerian ATR/BPN
12 February 2026 22:34 WIB
Musrenbangcam Patangkep Tutui hasilkan 50 usulan prioritas pembangunan 2027
12 February 2026 16:56 WIB
Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf
11 February 2026 16:45 WIB
Perkuat dasar perencanaan anggaran 2027, Pemkab Bartim susun SHS dan HSPK
09 February 2026 13:37 WIB
Bupati Bartim ingin kolam renang Patianom dikelola secara efektif dan berkesinambungan
05 February 2026 17:22 WIB