Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menggandeng PT Krakatau Bandar Samudera untuk untuk mengoptimalkan potensi usaha di sektor kepelabuhanan di daerah ini.
"PT Krakatau Bandar Samudera sudah berpengalaman di sektor kepelabuhanan. Mudah-mudahan ini bisa membantu pemerintah daerah dalam menggali dan mengoptimalkan potensi kepelabuhanan di daerah kita," kata Bupati Halikinnor di Jakarta, Selasa.
Kerja sama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT Krakatau Bandar Samudera ditandai dengan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Bupati Halikinnor bersama pimpinan PT Krakatau Bandar Samudera.
PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Perusahaan milik pemerintah ini menjalankan usaha di sektor kepelabuhanan seperti mengelola pelabuhan, logistik, transportasi dan lainnya.
Halikinnor mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen PT Krakatau Bandar Samudera yang telah menerima kedatangan rombongan Pemkab Kotawaringin Timur untuk bekerja sama dalam pengelolaan perairan dan kepelabuhanan yang ada di Kotawaringin Timur.
Dia menyampaikan alasan menggandeng PT Krakatau Bandar Samudera karena Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang bergerak di bidang usaha pelayanan jasa kepelabuhanan ini telah berpengalaman melakukan kegiatan pengembangan pelabuhan dan fasilitas penunjang lainnya.
Pemkab Kotawaringin Timur melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas Habaring Hurung Sampit-Kalteng dan anak perusahaannya yaitu PT Alur Mentaya Sejantera (AMS) ingin mengoptimalkan bisnis BUMD dan meningkatkan investasi daerah. Kali ini upaya yang ditempuh adalah dengan cara bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera.
Ruang lingkup kesepakatan terkait dengan kerja sama pengelolaan pelayanan tunda atau assist perairan perlintasan di Jembatan Bajarum dan Jembatan Sei Cempaga, kerja sama pengelolaan pelabuhan dermaga pemerintah daerah di Desa Pelangsian, serta kerja sama bidang lain yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Pemerintah daerah berharap PT Krakatau Bandar Samudera dapat memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Kotawaringin Timur melalui BUMD yakni PT Habaring Hurung Sampit-Kalteng dan anak perusahaannya yaitu PT Alur Mentaya Sejahtera. Selain itu, juga diharapkan dapat menjalin kesepakatan bersama dalam bidang usaha yang lain.
"Semoga dengan telah dilaksanakannya penandatanganan MoU ini BUMD akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah kita," demikian Halikinnor.
Baca juga: Pemkab Kotim genjot peningkatan kualitas pengarsipan setiap OPD
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Rody Kamislam mengatakan, ini menjadi kesempatan berharga bagi pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan perusahaan yang berpengalaman. Kerja sama ini diharapkan akan membawa manfaat besar bagi daerah, khususnya di bidang perekonomian.
Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS) yang nantinya mengatur secara rinci terkait teknis pelaksanaan kerja sama tersebut. Selain itu, tentu akan dilakukan sejumlah kegiatan lain seperti studi kelayakan dan lainnya, hingga disepakati bentuk kerja sama yang akan dijalankan.
"Potensi sektor kepelabuhanan kita besar, tapi perlu dana yang besar pula untuk menggalinya. Mereka (PT Krakatau Bandar Samudera) punya kemampuan itu, makanya kita gandeng. Nanti juga dibahas secara rinci bagaimana sistem bagi keuntungannya," demikian Rody Kamislam.
Baca juga: Dinkes Kotim edukasi pelaku usaha pastikan keamanan pangan
Baca juga: Pemkab Kotim raih Opini WTP sebelas kali berturut-turut
Baca juga: Pemkab Kotim targetkan pembentukan 185 Koperasi Merah Putih selesai Juni