Sampit (ANTARA) - Seni bela diri tradisional Silat Kuntau Bangkui disiapkan sebagai pembuka Pawai Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah 2025 setelah resmi diakui sebagai kekayaan intelektual komunal asal Kotim.
“Pawai Pembangunan tahun ini kami lebih awal akan menampilkan Silat Kuntau Bangkui yang sudah diakui sebagai milik Kotim, jadi kita harus bangga, karena ini adalah kekayaan khas Kotim,” kata Ketua Panitia Peringatan HUT ke 80 RI Raihansyah di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, belum lama ini Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual telah mencatat Silat Kuntau Bangkui sebagai kekayaan intelektual komunal kategori Ekspresi Budaya Tradisional milik Kotim.
Oleh karena itu, Pawai Pembangunan kali ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan kabar gembira ini bagi masyarakat, sekaligus mendorong inovasi dan kreativitas untuk memunculkan karya-karya berkualitas lainnya.
“Dengan adanya telah diakui langsung oleh negara artinya karya tersebut memiliki perlindungan hukum, sehingga masyarakat akan lebih terdorong untuk menciptakan hal-hal baru, yang penting untuk kemajuan suatu bangsa,” tuturnya.
Sehubungan dengan Pawai Pembangunan 2025, Raihansyah menjelaskan kegiatan merupakan agenda rutin Pemkab Kotim dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: SMPN 1 Sampit gelar pawai untuk menyalurkan rasa cinta tanah air
Pawai Pembangunan ini pun akan menjadi puncak perayaan HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kotim tahun ini, yang dijadwalkan pada 30 Agustus 2025.
“Sesuai arahan pimpinan kami telah menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI tahun ini, jadi setiap minggu akan ada kegiatan sampai dengan akhir bulan nanti, yang mana puncaknya adalah Pawai Pembangunan pada 30 Agustus,” ujarnya.
Rute pawai masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni dimulai dari depan Rumah Jabatan Bupati Kotim Jalan Achmad Yani menuju Bundaran Polres, lalu ke Jalan Kapten Mulyono, Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, kembali ke Jalan Achmad Yani, lalu Jalan Yos Sudarso dan berakhir di Taman Kota Sampit.
Petunjuk pelaksanaan maupun teknis Pawai Pembangunan ini telah diumumkan kepada masyarakat sejak jauh hari. Ia pun mengajak masyarakat agar dapat memeriahkan Pawai Pembangunan tahun ini, baik itu sebagai berpartisipasi peserta pawai maupun penonton.
Pawai pembangunan akan dilombakan untuk beberapa kategori, diantaranya yaitu pelajar, umum dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan format mobil hias, pejalan kaki, drum band, dan lainnya.
“Mari kita bersama-sama memeriahkan Pawai Pembangunan yang hanya digelar setahun sekali ini, sekaligus untuk merayakan dan wujud syukur kita atas Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diraih,” demikian Raihansyah.
Baca juga: Legislator Kalteng sebut warga Kotim dan Seruyan minta jaringan listrik stabil
Baca juga: Lentera Kartini pantang surut perjuangkan keadilan untuk perempuan dan anak
Baca juga: Posbakum di Kotim diharapkan bantu masyarakat hadapi masalah hukum