Sampit (ANTARA) - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menggelar Pawai Kreatif Mandiri untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai sarana menyalurkan rasa cinta tanah air.

"Ini tahun kedua kami menggelar pawai dalam rangka HUT RI dengan melibatkan seluruh warga sekolah, baik murid, guru dan para orang tua," kata Kepala SMPN 1 Sampit Suyoso di Sampit, Jumat.

Dia menyebutkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar seluruh warga sekolah memiliki kesempatan menunjukkan sebagai warga negara yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotik yang tinggi. Kegiatan ini juga menantang kreativitas dari para peserta melalui busana maupun atribut dengan mengangkat tema Anggrek Tewu. 

Adapun Anggrek Tewu merupakan simbol harapan untuk menjadi wilayah yang berkembang paling baik dan melambangkan harmoni sosial di Kotim karena gaya hidupnya yang menempel pada pohon induk tanpa merusaknya, sehingga mencerminkan masyarakat yang hidup bersama secara bermanfaat dan saling mendukung.

"Penampilan dinilai dengan beberapa variabel, yakni performa bernuansa merah putih, gegap gempita kreasi anggrek tebu, serta keterlibatan jumlah peserta tiap rombongan kelas. Nantinya akan ditentukan juara utama, favorit, serta harapan masing-masing satu, dua dan tiga," tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi persiapan bagi SMPN 1 Sampit untuk mengikuti Pawai Pembangunan tingkat Kabupaten Kotim yang akan digelar pada 30 Agustus 2025 di Kota Sampit.

Rencananya akan dipilih empat tim terbaik yang terdiri atas murid, OSIS, komite sekolah, dan paguyuban orang tua untuk Pawai Pembangunan.

"Ada juga pawai sepeda dan drumband. Semoga agenda ini bisa berjalan karena peran serta orang tua. Dalam kurikulum sekarang, proses pembelajaran memang kolaboratif, inquiry, dan berbasis pengalaman langsung. Jadi kegiatan ini benar-benar menggembirakan sekaligus bermakna bagi seluruh siswa," demikian Suyoso.

Baca juga: Lentera Kartini pantang surut perjuangkan keadilan untuk perempuan dan anak

Pawai Kreatif Mandiri yang digelar SMPN 1 Sampit ini mendapat dukungan dari para orang tua murid yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Karnias, selaku wali murid dari kelas VIII ruang I SMPN 1 Sampit.

Dengan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua, pawai HUT RI di SMPN 1 Sampit menjadi sarana edukasi sekaligus ajang memperkuat persatuan serta nilai nasionalisme generasi muda.

"Kami juga senang bisa dilibatkan dalam kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat positif. Mulai dari membuat kreasi anggrek, busana anggrek tebu, hingga pakaian adat. Semua ini menjadi bentuk kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan anak. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan terus setiap tahun," demikian Karnias.

Baca juga: Posbakum di Kotim diharapkan bantu masyarakat hadapi masalah hukum

Baca juga: Disdik Kotim dorong percepatan sinkronisasi dapodik PAUD

Baca juga: Disdik Kotim tingkatkan kompetensi insan pendidikan jawab kemajuan digitalisasi