Sampit (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengimbau kepada masyarakat setempat, agar waspada terhadap potensi banjir meski saat ini Kotim masih diliputi musim kemarau.

"BMKG Pusat menyatakan musim kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Jadi, meski musim kemarau, potensi hujan itu cukup ada. Khususnya di wilayah Kotim, potensi banjir pun ada, walau kecil," kata Prakirawan BMKG Kotim Muhammad Inggit Rizki di Sampit, Senin.

Rizki menjelaskan, walaupun dalam beberapa hari terakhir Kotim diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun sebenarnya wilayah tersebut masih diliputi musim kemarau.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi musim kemarau kali ini, baik itu tingkat global, regional hingga lokal. Untuk tingkat global, di antaranya adanya angin muson atau monsun yang berhembus dari arah Benua Australia dan terdapat dipole mode indeks yang aktif di wilayah barat Indonesia.

Hal itu meningkatkan pembentukan awan hujan, sehingga sering terjadi hujan. Kemudian, untuk tingkat regional terdapat konvergensi arah angin, angin akan berkumpul di atas wilayah regional sehingga uap air yang terbawa angin itu akan membentuk awan hujan.

"Dari faktor-faktor itu ada juga yang bersifat lokal di wilayah Kalimantan yang penguapannya cukup tinggi dan itu juga membuat awan hujan terbentuk secara cepat," lanjutnya.

Ia meneruskan, faktor-faktor tersebut memang tidak berlangsung sepanjang waktu, melainkan ada siklus yang membuatnya kadang aktif dan kadang tidak, sehingga BMKG harus terus memantau perkembangan yang terjadi.

Lebih khusus, dalam beberapa hari kedepan pihaknya memprediksi fenomena dipole mode indeks masih akan terjadi, sehingga masyarakat Kotim diimbau waspada terhadap imbas hujan dengan intensitas rendah hingga sedang dalam durasi yang lama, seperti banjir.

Baca juga: Raperda APBD Kotim 2026 diusulkan sebesar Rp1,8 triliun

BMKG Kotim juga telah memetakan wilayah rawan banjir pada periode ini, yakni mulai dari wilayah tengah hingga utara Kotim, sedangkan wilayah selatan seperti Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut masih aman.

Sementara itu, potensi gelombang laut pada periode ini terbilang masih aman, yakni 1-1,5 meter. Kendati demikian, untuk perahu kecil diminta untuk waspada karena gelombang dengan ketinggian 1,5 meter cukup rentan untuk perahu kecil.

"Adapun kemarau basah ini diperkirakan masih akan berlangsung selama September ini, lalu Oktober - November nanti baru masuk peralihan musim," demikian Rizki.

Baca juga: Tepati janji, DPRD Kotim fasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat

Baca juga: Disnakertrans Kotim tegaskan penyandang disabilitas berhak diterima bekerja

Baca juga: Beragam kegiatan siap meriahkan peringatan Harhubnas di Kotim