BMKG Kotim memprakirakan hujan lebat selama beberapa hari

id bmkg kotim, stasiun meteorologi bandara h asan, hujan sampit, banjir sampit, kotim, kotawaringin timur

BMKG Kotim memprakirakan hujan lebat selama beberapa hari

Prakirawan BMKG Kotim, Mitra Hutauruk. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Sampit (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan adanya hujan sedang hingga lebat selama tiga hari ke depan yang berimbas pada peningkatan potensi banjir di beberapa wilayah.
 
“Masyarakat masih harus berhati-hati, karena tiga hari ke depan potensi terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat cukup memungkinkan di wilayah utara, sehingga otomatis ada potensi penambahan muka air,” kata Prakirawan BMKG Kotim, Mitra Hutauruk di Sampit, Rabu.
 
Mitra menjelaskan, terdapat suatu konvergensi dan belokan angin atau shearline yang menyebabkan penumpukan massa udara yang memberikan peluang untuk pertumbuhan awan hujan di wilayah Kotim, khususnya bagian utara.
 
Secara umum kondisi cuaca di wilayah Kotim selama tiga hari ke depan diprakirakan berawan, berpotensi hujan ringan hingga sedang. Namun, di beberapa wilayah intensitas hujan berpotensi lebih tinggi, seperti Kecamatan Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Parenggean.
 
Dengan kondisi cuaca demikian, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
 
“Kalau melihat peta tinggi muka air tadi pagi sekitar 2,75 meter di atas permukaan tanah, apabila sampai tiga hari ke depan masih hujan, maka potensi peningkatan muka air bisa dibilang cukup besar, sehingga masyarakat perlu waspada,” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Kotim salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir
 
Ia menambahkan, saat ini Kotim masih diliputi musim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga Maret 2024. Jika mengacu pada siklus cuaca tahun-tahun sebelumnya, diprakirakan memasuki bulan April-Mei baru ada penurunan intensitas hujan.
 
Hal ini diharapkan menjadi perhatian masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan banjir agar dapat mengambil langkah-langkah antisipasi. 
 
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sejak Jumat, 17 Februari 2024, sejumlah desa di Kecamatan Cempaga Hulu dan Cempaga terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan dan air pasang sungai.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam menyampaikan ketinggian muka air sudah mengalami penurunan dan banjir di beberapa desa dinyatakan sudah surut.
 
Namun, dari pemantauan terakhir terjadi hujan dengan intensitas tinggi di Kecamatan Cempaga Hulu dan sekitarnya, sehingga potensi genangan dan luapan air mungkin terjadi.
 
“Kami sedang melakukan distribusi bantuan untuk Desa Pantai Harapan dan Sei Ubar Mandiri di Kecamatan Cempaga Hulu, sekaligus memonitoring kondisi disana, untuk perkembangan banjir nanti akan kami informasikan,” ujarnya.
 
Data sementara dari BPBD Kotim pada 19 Februari 2024 terkait kondisi banjir di Kotim antara lain, Kecamatan Cempaga Hulu di Desa Sei Ubar Mandiri kedalaman 150 cm dan Desa Pantai Harapan kedalaman 70-90 cm.
 
Desa Bukit Raya kedalaman 160 cm, Desa Sudan kedalaman 70 cm, dan Desa Parit genangan jalan dan pekarangan rumah penduduk. Kemudian Kecamatan Cempaga di Desa Rubung Buyung kedalaman 170 cm dan Desa Patai genangan di pekarangan rumah penduduk.