Logo Header Antaranews Kalteng

BMKG Kotim prakirakan cuaca di musim mudik 2026 aman

Rabu, 11 Maret 2026 05:41 WIB
Image Print
Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo saat menjelaskan terkait prakiraan cuaca jelang arus mudik Lebaran 2026, Selasa (10/3/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyampaikan prakiraan kondisi cuaca selama masa mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut, udara maupun darat terpantau aman.

“Untuk informasi prakiraan cuaca arus mudik Idul Fitri 2026, kondisi di laut aman karena ketinggian gelombang maksimum 1,25 meter sehingga kapal besar masih bisa berlayar,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit Mulyono Leo Nardo di Sampit, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa jalur transportasi laut saat ini dalam kondisi kondusif. Ketinggian gelombang laut tercatat masih dalam batas normal.

Ketinggian gelombang tersebut dinilai sangat aman bagi operasional kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) maupun kapal penumpang besar lainnya. Hal ini memberikan kepastian keamanan bagi pemudik yang menggunakan jalur perairan.

Sementara itu, untuk cuaca di darat maupun udara selama seminggu ke depan diprediksi akan cerah berawan. Potensi hujan masih ada namun hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saja.

Hujan diperkirakan turun pada sore hingga malam hari dengan intensitas menengah. Kondisi ini tidak termasuk dalam kategori cuaca ekstrem yang membahayakan perjalanan.

“Curah hujan yang kita informasikan berdasarkan perkiraan itu berada pada angka 20 sampai 100 milimeter, jadi statusnya masih normal,” tambahnya.

Baca juga: Pemkab Kotim intensifkan pengawasan produk dan harga bahan makanan

Mengenai suhu udara yang terasa lebih menyengat belakangan ini, ia menerangkan bahwa hal ini disebabkan oleh fenomena astronomis. Saat ini posisi matahari sedang bergerak mendekati garis khatulistiwa atau ekuatorial.

Kondisi panas ini bersifat sementara karena wilayah Kotawaringin Timur sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan. Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang terjadi setiap Maret.

Disamping itu, berdasarkan pantauan terakhir, BMKG Kotim memprediksi awal musim kemarau di Kotim baru akan dimulai pada Juni 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang signifikan.

Ia juga menyebutkan, walau sempat terdeteksi hot spot atau titik panas dalam beberapa hari terakhir, namun hujan yang turun pada rentang waktu tersebut efektif memadamkan potensi api di permukaan lahan.

Namun, kewaspadaan jangka panjang tetap diperlukan mengingat musim kemarau mendatang diprediksi berlangsung lebih lama. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Bulan Juni ada potensi kemarau yang lebih panjang sehingga potensi karhutla semakin tinggi, jadi kita perlu waspada terhadap perubahan cuaca ini,” demikian Mulyono.

Baca juga: Legislator Kotim tegaskan perusahaan tidak boleh terlambat bayar THR karyawan

Baca juga: Diskominfo Kotim dukung larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun

Baca juga: Bupati Kotim turun langsung sambut kembalinya Wings Air mengudara di Sampit



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026