Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jati Asmoro mendorong pemerintah kota meningkatkan kesadaran warga dalam mitigasi bencana.

"Ini mengingat Kota Palangka Raya memiliki potensi risiko bencana, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta dampak perubahan iklim lainnya," katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengungkapkan, mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, kesadaran dan pemahaman yang baik tentang bagaimana cara menghadapi bencana, evakuasi, serta tindakan pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, tokoh masyarakat, hingga kelompok-kelompok rentan.

"Kita perlu memastikan bahwa setiap warga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk melindungi diri sendiri dan orang lain saat terjadi bencana," ucapnya.

Baca juga: Sebanyak 538 mahasiswa Fisip UMPR ikuti yudisium sarjana dan pascasarjana

Jati juga mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk meningkatkan investasi dalam infrastruktur penanggulangan bencana, seperti sistem drainase yang baik, peralatan pemadam kebakaran, serta fasilitas evakuasi yang memadai.

Untuk itu, Komisi III DPRD Kota Palangka Raya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program mitigasi bencana yang telah direncanakan oleh pemerintah daerah.

"Kami akan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana digunakan secara efektif dan efisien, serta program-program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Jati juga berharap BPBD Kota Palangka Raya dapat lebih aktif melakukan pemetaan wilayah rawan bencana dan menyusun rencana aksi yang berbasis pada data dan kondisi lapangan.

Dengan begitu, setiap langkah penanganan maupun pencegahan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan warga.

“Upaya mitigasi bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, kita dapat meminimalkan korban dan kerugian jika bencana terjadi,” demikian Jati.

Baca juga: Legislator Kotim usulkan rumah singgah bagi warga berobat di Palangka Raya

Baca juga: DPKUKMP Palangka Raya gencarkan pengawasan harga bapok jelang Nataru

Baca juga: Peserta didik diminta waspadai cuaca panas di Palangka Raya