Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menggandeng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya setempat untuk meningkatkan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC).
"Peningkatan kapasitas TRC BPBD ini kami pusatkan di lingkungan kantor Basarnas Palangka Raya. Diikuti 50 peserta anggota TRC dari berbagai segmen," kata Analis Kebencanaan pada BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet di Palangka Raya, Kamis.
Dia menerangkan, peserta kegiatan yang dilaksanakan selama sehari ini diikuti relawan dari berbagai organisasi dan komunitas kebencanaan di Kota Palangka Raya.
Balap yang juga merupakan panitia acara menambahkan, selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarrelawan. Menurutnya, kekompakan dan koordinasi yang baik di lapangan sangat dibutuhkan saat terjadi bencana.
“Kegiatan pengembangan kapasitas TRC ini menjadi salah satu upaya BPBD Kota Palangka Raya dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah guna menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Balap mengharapkan kemampuan relawan dalam melakukan penanganan awal bencana dapat semakin optimal dan terkoordinasi dengan baik.
“Saya berharap para relawan lebih responsip terhadap berbagai situasi kedaruratan dengan cepat, tepat dan aman,” katanya.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palangka Raya, Yohn Benhur G Pangaribuan, pada kesempatan yang sama menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi seluruh relawan TRC.
Ia mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti rangkaian pelatihan sampai tuntas sehingga pengetahuan dan kemampuan lapangan yang didapat selama pelatihan di Basarnas dapat dipahami secara menyeluruh dan diaplikasikan secara tepat saat bertugas di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan para relawan terkait teknik pertolongan semakin meningkat. Keterampilan ini nantinya tidak hanya berguna saat menolong masyarakat, tetapi juga untuk menjaga keselamatan diri sendiri,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya tingkatkan budaya baca lewat festival literasi
Baca juga: Pemkot Palangka Raya restocking Danau Rigei dengan 114.086 benih ikan
Baca juga: Tim dosen UMPR tingkatkan kompetensi pembelajaran lewat model etno RME