Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyediakan sebanyak 160.920 paket sembako dalam kegiatan pasar murah untuk 1.432 desa dan kelurahan, serta 95.945 paket bantuan pangan dari Presiden untuk keluarga penerima manfaat.

"Ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, dan meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Sabtu.

Baca juga: Kadis PUPR proyeksikan RTH eks KONI selesai akhir 2025

Gubernur mengatakan bantuan pangan dari Presiden sebagai wujud nyata perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pasar murah serta bantuan pangan dari Presiden ini menjadi kebijakan tepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga jelang Hari Besar Keagamaan.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok biasanya mengalami kenaikan. Karena itu, seluruh paket pasar murah hari ini saya gratiskan agar masyarakat terbantu dan dapat merayakan hari raya dengan lebih nyaman,” ucap Agustiar.

Dia menekankan pentingnya keberlanjutan program pasar murah dan bantuan pangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Herson B. Aden menyampaikan pasar murah diselenggarakan sebagai bagian dari program Huma Betang (rumah adat suku Dayak di Kalteng, yang merupakan simbol kerukunan, kebersamaan, dan filosofi hidup masyarakat Dayak) dalam membantu masyarakat, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Sebanyak 130 ribu keluarga bakal rasakan manfaat Program Kartu Huma Betang

“Pasar Murah menyediakan 11.300 paket sembako untuk kegiatan di halaman Istana Isen Mulang. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram, dengan harga sebenarnya Rp147.500. Setelah disubsidi, masyarakat seharusnya menebus Rp15.000, namun seluruh paket digratiskan oleh Gubernur,” ujarnya.

Bantuan ini sebagai bukti hadirnya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dan menunjukkan komitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat di seluruh Kalimantan Tengah.

Baca juga: Suara Dayak dan liturgi menyatu di Pesparani Kalteng 2025

Baca juga: Gubernur buka Pesparani Kalteng, keragaman suara hasilkan harmoni indah

Baca juga: Gubernur minta Balai Kementerian PU tingkatkan koordinasi dalam pembangunan di Kalteng