Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menyatakan komitmen kuat terkait pembangunan gedung multiguna, bahkan telah menyiapkan lahan seluas 4 hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Yang saat ini sudah kami programkan dan saya anggap mendesak yaitu membangun gedung multiguna sekaligus tempat sirkuit grasstrack atau balap motor untuk anak-anak muda,” kata Halikinnor di Sampit, Rabu.

Halikinnor mengungkapkan bahwa proyek ini bersifat mendesak guna memecahkan masalah keterbatasan ruang publik dan fasilitas olahraga di Sampit. 

Selama ini, kegiatan besar seperti upacara bendera hingga konser seringkali menggunakan lapangan sepak bola yang jelas bukan peruntukannya. Karena fasilitas tersebut sejatinya ditujukan untuk kegiatan olahraga.

Alasan lainnya, kegiatan balap motor belakangan mengundang pro kontra di masyarakat. Sebelumnya pertandingan balap motor selalu menggunakan kawasan Taman Kota Sampit dan hal ini dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar hingga akses ke fasilitas kesehatan swasta.

Hal ini pula yang memperkuat tekad Halikinnor untuk segera mewujudkan gedung multiguna. Selain untuk penyelenggaraan kegiatan berskala besar di sekeliling gedung itu nanti akan digunakan sebagai arena balap motor.

“Maka dari itu, saya ingin membangun gedung kapasitas 5.000 sampai 7.000 orang, kegiatan expo dan balap motor juga bisa dilaksanakan di sana, sehingga tidak mengganggu lokasi lain,” ujarnya.

Baca juga: Dinkes Kotim tingkatkan Program CKG lewat ambulans keliling

Halikinnor melanjutkan, pemerintah daerah terus mematangkan rencana pembangunan gedung multiguna sebagai infrastruktur publik yang representatif.

Lahan seluas empat hektare telah disiapkan di sekitar Bundaran Belanga yang berada di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan jalan lingkar Kota Sampit, masuk sekitar 100 meter dari jalan utama.

Aksesibilitas ke gedung multiguna akan dibangun dua jalur jalan berbeda untuk pintu masuk dan keluar guna mencegah kemacetan saat acara berlangsung.

Pemerintah daerah telah melakukan pengukuran biaya yang diperlukan untuk merealisasikan proyek tersebut. Tahap awal pembangunan direncanakan dimulai pada tahun depan.

Pembangunan ini juga diharapkan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Kotawaringin Timur sekaligus penggerak ekonomi lokal melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan skala regional maupun nasional di masa mendatang.

"Tahun depan kita mulai melaksanakan pemerataan lahannya. Lokasi ini khusus kita buat untuk kegiatan olahraga dan pertemuan besar agar lebih teratur dan profesional," demikian Halikinnor.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah ramaikan HUT ke-73 Kotim

Baca juga: DPRD apresiasi kinerja pemkab di HUT ke 73 Kotim

Baca juga: Prihatin pelajar terpapar radikalisme, akademisi Kotim desak Komdigi blokir game online