Sampit (ANTARA) - Penampilan penyanyi populer, Juan Reza berhasil memukau ribuan pengunjung Sampit Expo 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah hingga rela bertahan di tengah guyuran hujan demi menyaksikan konser tersebut.
“Selamat ulang tahun Kabupaten Kotawaringin Timur, warga Sampit sungguh luar biasa. Malam ini kita bikin FYP (for your page) Sampit,” seru Juan Reza di tengah penampilannya di panggung konser yang berlokasi di halaman Stadion 29 November Sampit, Rabu.
Penampilan penyanyi asal Nusa Tenggara Timur yang viral berkat lagu Pica-Pica ini menjadi salah satu hiburan yang paling dinanti dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim, tepatnya pada malam pembukaan Sampit Expo 2026.
Sapaan hangat, aksi panggung yang energik hingga interaksi yang baik dengan para penonton membuat suasana semakin hidup. Hal ini pun mendapat antusiasme dari para penonton yang ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti irama musik yang ceria.
Terlebih lagu-lagu yang dibawakan cukup familiar, khususnya bagi pengguna media sosial, seperti Jamilah, Ubur-ubur Ikan Lele, hingga Tabola Bale yang menambah riuh sorak sorai penonton.
“Luar biasa sekali. Meskipun hujan deras, saya tidak peduli karena penampilan idolanya sangat keren. Rasa lelah karena berdesakan dan dinginnya hujan terbayar lunas bisa bernyanyi bersama di sini,” kata salah seorang penonton Rina.
Tak hanya warga, para pejabat daerah setempat yang hadir pada acara tersebut turut bergembira, berjoget dan bernyanyi bersama alunan musik beat.
Baca juga: Pemkab Kotim siapkan lahan empat hektare untuk pembangunan gedung multiguna
Adapun, gelaran Sampit Expo 2026 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kotim Halikinnor. Kegiatan ini juga dipadukan dengan pembukaan Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) yang menjadi rangkaian acara peringatan HUT ke-73 Kotim.
Dalam sambutannya, Halikinnor menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan langkah nyata penguatan sinergi untuk mendorong transformasi ekonomi dan sosial.
“Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Kotim yang sejahtera, bermartabat, maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Sampit Expo bukan sekadar pameran, melainkan panggung strategis bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan daya saing produk unggulan mereka.
Sebanyak 105 stan bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM dan pengusaha muda untuk berpartisipasi dalam acara tersebut sekaligus untuk meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap produk dan memperluas jaringan bisnis hingga ke tingkat nasional.
Selain sektor usaha, sebanyak 60 stan juga diisi oleh perangkat daerah serta BUMD/BUMN. Tujuannya adalah untuk mendekatkan layanan publik dan memperkenalkan program-program pemerintah secara terbuka kepada masyarakat.
Terdapat pula 14 booth komunitas perajin dan seniman dalam Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026, telah memberi warna yang artistik dan ruang gerak bagi tumbuh kembangnya ekonomi kreatif dan inovasi dari akar budaya.
Sementara itu, Festival Budaya Habaring Hurung menjadi daya tarik utama dengan melombakan 17 atraksi kesenian, permainan dan olahraga tradisional. Sebagai upaya memperkokoh identitas diri dan kearifan lokal yang juga menjadi magnet bagi wisatawan.
"Festival ini adalah magnet unik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Ke depan, kami akan lebih optimal mengembangkan desa-desa wisata sebagai destinasi budaya guna meningkatkan pendapatan masyarakat," tambah Halikinnor.
Baca juga: Dinkes Kotim tingkatkan Program CKG lewat ambulans keliling
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere menyampaikan, agenda tahunan yang menjadi ikon promosi daerah ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
“Tahun ini, pemerintah menggandeng UMKM Harati Jaya sebagai penyelenggara (Event Organizer). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam memberdayakan pelaku usaha lokal sebagai mitra strategis pemerintah,” sebutnya.
Secara keseluruhan ada 165 peserta yang berpartisipasi pada Sampit Expo 2026, dengan rincian 60 Stan diisi oleh OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan dan perusahaan swasta, 35 Stan ukuran 3x3 meter diisi UMKM indoor, 25 Stan ukuran 5x5 meter diisi UMKM outdoor dan 45 lapak untuk pedagang kaki lima.
Johny menambahkan bahwa stan instansi juga akan dinilai oleh dewan juri independen berdasarkan estetika dan kualitas pelayanan publik yang disajikan kepada pengunjung. Pemerintah daerah juga memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan dari rangkaian acara ini.
Total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp7 miliar hingga Rp8 miliar, yang bersumber dari transaksi jual beli di area pameran Rp4 miliar, omset penyelenggara Rp2 miliar, pendapatan efek sekitar (parkir dan luar area) Rp1,5 miliar dan retribusi daerah Rp150 juta.
“Semoga dengan kemeriahan rangkaian acara Hari Jadi Kotawaringin Timur ke-73 ini dapat menggairahkan pertumbuhan ekonomi dan budaya di Kotim dan memberi manfaat untuk semua lapisan masyarakat,” demikian Johny.
Baca juga: Kesbangpol Kotim minta orang tua perketat pengawasan penggunaan gadget
Baca juga: Gerakan Pangan Murah ramaikan HUT ke-73 Kotim
Baca juga: DPRD apresiasi kinerja pemkab di HUT ke 73 Kotim