Sampit (ANTARA) - Dinas Perhubungan melalui UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengumumkan perpanjangan rute bus DAMRI perintis untuk wilayah utara yang semula hanya melayani rute Sampit-Parenggean, kini mencapai Telaga Antang.
“Sebenarnya kontraknya mulai tanggal 8 Januari, seharusnya sudah bisa operasi. Namun karena armada kiriman dari luar daerah ada sedikit masalah teknis, mudah-mudahan besok sudah mulai beroperasi,” kata Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit Jonnie Erfadieyan Noor di Sampit, Senin.
Ia menjelaskan bahwa perpanjangan ini merupakan bagian dari kontrak baru layanan bus perintis antara Pemkab Kotim dan DAMRI. Kontrak yang sebelumnya telah berakhir itu diperbaharui dengan perpanjangan rute seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat.
Bus perintis tersebut merupakan armada kiriman dari Cilacap. Saat ini bus masih dalam tahap persiapan dan penyesuaian teknis, sebelum benar-benar melayani masyarakat.
Meski belum beroperasi, Jonnie menilai potensi penumpang untuk rute ke wilayah utara cukup tinggi. Hal ini berkaca dari antusiasme masyarakat pada trayek Sampit-Parenggean sebelumnya.
“Animo masyarakat tinggi karena ini bus perintis yang sifatnya membantu warga, bukan komersial murni. Untuk jalur utara nanti, kami menggunakan armada dengan kapasitas 19 kursi,” jelasnya.
Ia melanjutkan, sebelumnya tim Perusahaan Otobus (PO) DAMRI telah melakukan survei ke Kecamatan Telaga Antang untuk menentukan lokasi persinggahan bus yang rencananya berlokasi di kantor desa atau kantor kecamatan.
Sementara, untuk Kecamatan Parenggean masih sama seperti sebelumnya, yakni di Desa Bajarau, karena di lokasi itu ada halte milik UPTD Terminal Patih Rumbih.
Baca juga: Pengadilan Negeri Sampit tangani 1.142 perkara sepanjang 2025
Mengacu pada jadwal sebelumnya, bus berangkat dari Sampit ke Parenggean sekitar pukul 08:00 WIB dan dari Parenggean ke Sampit pukul 10:00 WIB. Namun, untuk jadwal terbaru masih menunggu arahan Dishub.
“Untuk detailnya itu Dishub yang lebih tau, karena mereka yang menangani kontraknya kemarin. Kami hanya sebagai pengawasan,” imbuhnya.
Jonnie menambahkan, penggunaan bus DAMRI sangat diminati masyarakat karena tarifnya yang jauh lebih murah dibandingkan travel swasta. Perbandingannya cukup signifikan, di mana tarif travel bisa mencapai Rp75.000 hingga Rp115.000 untuk rute yang sama.
Namun, sesuai kontrak terbaru, tarif bus menuju wilayah utara mengalami penyesuaian karena penambahan jarak tempuh. Penumpang kini dikenakan tarif Rp40.000, baik untuk tujuan Parenggean hingga Telaga Antang, naik dari tarif sebelumnya yang hanya Rp25.000.
Selain rute utara, layanan DAMRI rute selatan yakni Sampit-Samuda-Ujung Pandaran juga tetap beroperasi. Tarif untuk rute selatan ini juga mengalami sedikit kenaikan, yaitu menjadi Rp25.000 untuk ke Samuda dan Rp30.000 ke Ujung Pandaran.
Sementara ini, setiap trayek ke utara maupun selatan Kotim masing-masing dilayani satu unit bus. Meskipun idealnya setiap trayek dilayani oleh dua unit bus agar bisa berangkat bersamaan dari dua titik.
“Saat ini operasional masih mengandalkan sistem satu armada yang melayani perjalanan pulang-pergi (PP) karena keterbatasan unit. Alhamdulillah masih tertangani karena mereka sudah biasa menggunakan bus DAMRI dan mereka juga bisa kontak loket atau supir terkait adanya penumpang dan lainnya,” demikian Jonnie.
Baca juga: DPRD minta Pemkot Palangka Raya kembangkan bahan baku lokal
Baca juga: Kodim 1015/Sampit tegaskan dukung pemberantasan narkoba
Baca juga: DKUKMPP Kotim minta usulan bantuan UMKM diprioritaskan