Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah terus berupaya merevitalisasi sekaligus memperkuat pengarusutamaan gender (PUG) dalam seluruh proses pembangunan daerah.

Upaya itu terlihat dari rapat koordinasi (rakor) pembangunan kesetaraan gender tahun 2026, yang dibuka dan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Timur Misnohartaku mewakili Bupati M Yamin, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis.

"Kesetaraan gender merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif dan berkelanjutan," ucapnya.

Dirinya pun menekankan pentingnya komitmen dan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bartim dalam mengimplementasikan PUG, khususnya melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.

"PUG harus hadir sejak tahap perencanaan hingga pelaporan, sehingga kebijakan dan program benar-benar menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Barito Timur, Hotmaria Manik menyebut, revitalisasi PUG harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya pada tahap perencanaan, tetapi juga mencakup penganggaran, pelaksanaan program, hingga pemantauan dan evaluasi.

"Pengarusutamaan gender bukan sekadar program sektoral, melainkan pendekatan pembangunan yang harus terintegrasi di seluruh perangkat daerah agar kesenjangan gender dapat ditekan secara nyata," ujarnya.

Dirinya pun membenarkan rakor pembangunan kesetaraan gender tahun 2026 menjadi tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, yang menempatkan PUG sebagai salah satu strategi utama pembangunan nasional dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Baca juga: Sekda Bartim tekankan Latsar CPNS 2026 ajang pembentukan ASN profesional dan berintegritas

Adapun rakor yang menghadirkan sejumlah narasumber strategis, di antaranya Kepala Bapplitbangda Bartim, Kepala DP3AKB Bartim, serta Inspektur Bartim ini, turut diikuti unsur pimpinan daerah, kepala perangkat daerah, auditor PPRG, perencana, analis kebijakan, serta perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Timur.

"Para narasumber membahas penguatan perencanaan, penganggaran responsif gender (PPRG), hingga pengawasan pelaksanaan PUG di daerah," demikian Hotmaria.

Melalui rakor ini, Pemkab Pemkab berharap implementasi PUG semakin terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan," demikian Hotmaria.

Baca juga: Buka bus perintis Tamiang Layang--Tangkan, Pemkab Bartim gandeng DAMRI

Baca juga: Bertemu BNN Kalteng, Bupati Bartim tegaskan komitmen perangi narkoba

Baca juga: Ditjenpas Kalteng pastikan tindak tegas pelanggaran kode etik di Rutan Tamiang Layang