Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Shalahuddin memaparkan secara komprehensif capaian awal serta strategi pelaksanaan Program 100 hari kerja pemerintah daerah setempat dalam acara Speak After Lunch yang disiarkan salah satu TV nasional, Senin. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan Program Gaspol 11–12 atau Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal hadir bukan sekadar slogan, melainkan sebagai arah dan harapan pembangunan Barito Utara ke depan.

Shalahuddin menjelaskan 11 program unggulan dan 12 program prioritas yang disusun pemerintah daerah telah melalui proses uji lapangan secara langsung saat masa sosialisasi dan kampanye. 

Bersama tim, ia turun langsung ke 93 desa dan 10 kelurahan untuk mendengar, mencatat, dan memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Hampir seluruh persoalan yang kami temukan di lapangan dapat dijawab melalui program-program yang telah kami rumuskan. Karena itu kami optimistis, konsep 11–12 ini mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat Barito Utara secara menyeluruh dan terarah,” ujar Bupati.

Dia mengatakan, kebutuhan paling mendesak masyarakat Barito Utara saat ini meliputi pembangunan infrastruktur, pembenahan tata kelola pemerintahan dan politik, serta peningkatan layanan kesehatan. 

Selain itu, pemerintah daerah juga memberi perhatian serius pada perlindungan sosial, pertanian dan perkebunan, pemberdayaan putra daerah, persoalan sosial kemasyarakatan, serta perluasan kesempatan kerja.

Dalam rangka memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawalan dan monitoring hampir setiap bulan terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran. 

Pengawasan juga dilakukan oleh DPRD agar seluruh OPD benar-benar bekerja sesuai perencanaan.

“Sekarang program-program sudah mulai berjalan. Tinggal kita lihat dampaknya terhadap kinerja OPD, pendapatan daerah, dan manfaat langsung bagi masyarakat. Jika OPD bergerak, program berjalan, dan anggaran terserap dengan baik, maka perputaran ekonomi daerah juga akan meningkat,” jelasnya.

Salah satu fokus utama percepatan pembangunan, menurut dia, adalah masih adanya wilayah di beberapa kecamatan bahkan yang relatif dekat dengan ibu kota kabupaten yang  belum sepenuhnya menikmati akses listrik. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk membuka keterisolasian wilayah tersebut, saat ini Pemkab Barito Utara tengah membangun tiga jembatan strategis, yakni di Kecamatan-Kecamatan, serta akses jembatan tiga yang nantinya menghubungkan wilayah tersebut dengan Kota Palangka Raya. Pembangunan jalan dan jembatan ini menjadi kunci utama membuka akses transportasi dan distribusi ekonomi masyarakat.

Namun, pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur jalan dan jembatan. Pemerintah daerah juga melakukan pemerataan listrik melalui kerja sama dengan PLN. Sejumlah desa yang sebelumnya belum teraliri listrik kini sudah mulai menikmati aliran listrik.

“Target kami jelas, tidak boleh lagi ada wilayah yang gelap. Bukan hanya listrik menyala di malam hari, tetapi layanan listrik 24 jam. Ini penting karena berdampak pada kenyamanan hidup, produktivitas, bahkan psikologi masyarakat,” tegas Bupati Barito Utara ini.

Di bidang pendidikan, Pemkab Barito Utara berkomitmen menjalankan program 16 tahun sekolah gratis, mulai dari SD hingga SMA, yang akan diimplementasikan melalui sistem e-Pintar. Melalui program ini, tidak boleh lagi ada pungutan di sekolah. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan pendidikan berupa seragam, buku pelajaran, perlengkapan belajar, hingga sepatu.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terhambat sekolah hanya karena alasan biaya. Saat ini, dari sekitar 32.000 siswa di Barito Utara, kurang lebih 15 persen telah menerima bantuan pendidikan tersebut, dan penyaluran terus dilakukan secara bertahap,” kata dia.

Sementara di bidang kesehatan, capaian layanan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas, kualitas layanan, maupun keterjangkauan bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga tetap memberi perhatian pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan.

Baca juga: Bupati Barito Utara paparkan arah pembangunan melalui GASPOL 11.12

Menjawab tantangan pelaksanaan Program Gaspol 11–12, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa kendala terbesar bukan pada konsep program, melainkan pada perubahan mindset birokrasi.

“Kami mendorong perubahan pola kerja. Dari yang sebelumnya santai, kini harus bekerja cepat, tepat, dan penuh komitmen. Masyarakat ingin hasil yang cepat dan bisa dirasakan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa program yang baik tidak akan berarti apa-apa jika pelaksanaannya lambat. Karena itu, kecepatan kerja dan keseriusan pelaksanaan menjadi kunci utama keberhasilan Gaspol 11–12. Semangat kerja cepat seperti yang telah diterapkan di Dinas PUPR terus ditularkan ke seluruh OPD di daerah setempat.

Baca juga: Bupati Barut perintahkan percepat finalisasi desain tiga jembatan strategis

Baca juga: Tingkatkan fasilitas, Bupati Barut usulkan pengembangan Bandara HMS Muara Teweh ke Kemenhub

Saat ini, kondisi infrastruktur secara umum mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah ruas jalan telah diperbaiki, termasuk melalui kerja sama dengan pihak perusahaan. Beberapa kawasan permukiman juga telah masuk jaringan listrik. Hingga Januari ini, sekitar 12 kegiatan pembangunan telah mulai berjalan, termasuk program dan kegiatan korelasi yang telah terkonfirmasi.

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait kemungkinan efisiensi anggaran. Berdasarkan pengalaman di tingkat provinsi, efisiensi satu hingga dua miliar rupiah kerap terjadi dan dapat memengaruhi fokus program.

“Harapan kami, tidak terjadi hal-hal luar biasa yang mengganggu fokus pelaksanaan, sehingga seluruh program Gaspol dapat direalisasikan secara optimal selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Shalahuddin tekankan kepemimpinan berintegritas pada ESQ Leadership

Baca juga: Koordinasi ke KPK, Bupati Barut tingkatkan integritas pemerintahan daerah

Baca juga: Bupati Barut komitmen tingkatkan listrik desa untuk pemerataan pembangunan

Di akhir penyampaiannya, Bupati Barito Utara bersama Wakil Bupati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat. 

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat, pemangku kepentingan, dan jajaran OPD untuk bergandeng tangan dan bekerja cepat demi mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.

“Mari kita bersatu padu. Gaspol 11–12 harus benar-benar memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Barito Utara,” demikian Shalahuddin.

Baca juga: Bupati Barut pastikan pembangunan infrastruktur di Teweh Selatan--Montallat sesuai rencana

Baca juga: Shalahuddin komitmen tingkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat

Baca juga: Pemkab Barito Utara sosialisasikan program pelebaran jalan dan WFC