Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghambat pelaksanaan program-program prioritas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di provinsi setempat.
Hal itu disampaikan Agustiar saat bertemu dengan sejumlah wartawan di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu.
“Efisiensi anggaran kami sikapi dengan melakukan evaluasi dan pengurangan belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor, kegiatan di hotel, dan pengeluaran sejenis lainnya,” katanya.
Agustiar mengatakan sejak dilantik 11 bulan 10 hari lalu, dirinya langsung dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan untuk tetap memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Baca juga: 'Update' terkini, waktu peluncuran hingga Kartu Huma Betang berbasis teknologi
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar alokasi anggaran dapat lebih difokuskan pada sektor pembangunan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Agustiar memastikan program infrastruktur tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, program unggulan seperti Satu Rumah Satu Sarjana juga tidak akan dihilangkan meskipun berada dalam keterbatasan anggaran.
“Saya pastikan program infrastruktur tetap berjalan. Termasuk Program Satu Rumah Satu Sarjana,” ujarnya.
Di bidang perlindungan sosial, Agustiar menyampaikan bantuan sosial kepada masyarakat tetap dilaksanakan, bahkan bisa diberikan lebih dari lima kali dalam setahun. Bantuan tersebut tidak hanya berupa bantuan pangan, tetapi juga bantuan uang tunai.
Selain itu, pemerintah provinsi juga tetap mengalokasikan insentif, meskipun terbatas, bagi RT, RW, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya yang berperan langsung di tengah masyarakat.
“Kami juga akan meluncurkan Kartu Huma Betang. Jadi, meskipun di tengah efisiensi anggaran, program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan terus kami optimalkan,” demikian Agustiar.
Baca juga: Pemprov kaji sistem pengelolaan parkir khusus RTH Bundaran Besar
Baca juga: DJPb: Program MBG di Kalteng jangkau 186.711 penerima manfaat
Baca juga: Kinerja APBN Kalteng solid dengan Pendapatan tumbuh 5,03 persen