Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mempertegas komitmen sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra strategis, dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
“Baznas telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi di Sampit, Sabtu.
Hal ini ia sampaikan saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor dalam acara Syukuran HUT ke-25 Baznas sekaligus pembukaan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Kotim di Aula Anggrek Tewu, Lantai II Kantor Bupati Kotim.
Dalam kesempatan ini, Umar menyampaikan apresiasi dari pemerintah daerah atas dedikasi dua setengah dekade Baznas dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Perjalanan panjang ini dinilai telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan.
Program-program yang dijalankan Baznas Kotim mencakup berbagai sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah bantuan infrastruktur dasar dan permodalan bagi masyarakat kurang mampu.
“Beberapa program unggulan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh mustahik antara lain bedah rumah layak huni, bantuan modal dan peralatan usaha, hingga penyediaan sarana sanitasi sehat dan biaya pengobatan bagi warga yang kesulitan,” sebutnya.
Selain itu, respons cepat Baznas dalam bantuan tanggap bencana dan aksi kemanusiaan lainnya dinilai sangat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di Bumi Habaring Hurung tersebut.
Umar juga menekankan Baznas tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid, mushola, instansi pemerintah, swasta, hingga tingkat desa dan kecamatan.
Baca juga: Dinas Perdagangan Kotim tawarkan solusi penanganan sampah di PPM
Sementara itu, Ketua Baznas Kotim Sutimin menegaskan peringatan usia perak ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi dalam pengelolaan ZIS. Tema Zakat Menguatkan Indonesia, dipilih untuk merespons berbagai bencana alam yang terjadi di tanah air.
“Peringatan 25 tahun dengan tema Zakat Menguatkan Indonesia adalah bukti peran strategis zakat dalam pembangunan sosial, termasuk kontribusi nyata Baznas Kotim dalam membantu penanganan bencana nasional,” ucapnya.
Dana yang dikumpulkan dari para muzakki di Kotim turut berkontribusi dalam aksi nasional, seperti penyediaan dapur umum, layanan kesehatan, hingga pembangunan hunian darurat di wilayah terdampak bencana melalui koordinasi Baznas RI.
Memasuki dua tahun masa pengabdian kepemimpinannya saat ini, pengumpulan dan penyaluran dana zakat di Kotim pada tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan signifikan. Hal ini didukung oleh sinergi kuat bersama Pemerintah Daerah dan mitra strategis lainnya.
Baznas Kotim menjalankan lima pilar program unggulan, yakni Kotim Cerdas (Pendidikan), Kotim Sehat (Kesehatan), Kotim Peduli (Sosial Kemanusiaan), Kotim Sejahtera (Ekonomi), serta Kotim Taqwa (Dakwah dan Advokasi).
Cakupan bantuan ini sangat luas, mulai dari beasiswa santripreuner, layanan kesehatan gratis, pembangunan sumur bor, hingga pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu melalui kolaborasi bersama PDAM, PLN, dan mitra perbankan.
“Melalui lima pilar program unggulan, kami telah menyentuh berbagai sektor mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Kami juga memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot dan pelaku usaha kecil agar mereka terlindungi,” lanjutnya.
Baznas Kotim juga menunjukkan kepedulian pada perlindungan kerja. Sebanyak 10 marbot masjid dan 10 pelaku usaha mikro binaan mendapatkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Iuran jaminan sosial untuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU) tersebut dibayarkan oleh Baznas selama satu tahun penuh. Langkah ini bertujuan memberikan rasa aman bagi mereka yang bekerja di sektor non-formal dan keagamaan.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen Baznas untuk tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga perlindungan jangka panjang yang memastikan kesejahteraan para mustahik tetap terjaga dari risiko kecelakaan kerja.
Sutimin juga menyampaikan harapannya agar Kotawaringin Timur segera memiliki regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait pembayaran zakat profesi bagi ASN dan karyawan swasta, mengikuti jejak daerah lain yang telah sukses.
Keberadaan regulasi tersebut diyakini akan memaksimalkan potensi pengumpulan zakat secara terstruktur. Dengan dana yang lebih besar, Baznas optimis dapat menebar manfaat lebih luas dalam mengintervensi angka kemiskinan di Kotim.
“Kami berharap kelak di Kotim ada regulasi Perbup untuk zakat profesi, sehingga Baznas dapat lebih maksimal bersinergi bersama pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan,” demikian Sutimin.
Baca juga: Musrenbangcam MB Ketapang usulkan penambahan Puskesmas
Baca juga: DPRD Kotim kawal usulan Musrenbangcam Mentawa Baru Ketapang
Baca juga: DPRD Kotim soroti masalah penyakit masyarakat dan infrastruktur di Baamang