Sampit (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen mengawal 480 usulan yang masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Mentawa Baru Ketapang agar selaras dengan visi misi daerah.
“Fokus kami pada 480 usulan yang masuk, itu nanti yang akan kami bahas, dipelajari dan diprioritaskan agar bisa terlaksana,” kata Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kotim, Angga Aditya Nugraha di Sampit, Jumat.
Politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memberikan apresiasi kepada Pemkab Kotim yang tetap berupaya merealisasikan aspirasi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Sebagai perwakilan dari Dapil I Kotim meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayahnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa ratusan usulan tersebut akan tetap disaring kembali agar selaras dengan visi dan misi kepala daerah demi kepentingan masyarakat luas dan tentunya menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Tentunya kami berharap semua aspirasi bisa terealisasi, akan tetapi kami tetap perlu memilih skala prioritas dan dalam hal ini fokus utama kami adalah bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Angga menyoroti permasalahan serius di bidang pendidikan, terutama mengenai adanya regulasi baru yang membatasi jumlah maksimal 32 siswa per kelas di tingkat SD menjadi tantangan besar bagi sekolah-sekolah di Mentawa Baru Ketapang.
Menurutnya, penambahan ruang kelas menjadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini mengingat jumlah penduduk di kecamatan tersebut merupakan yang paling padat di Kotim, sejalan dengan itu kebutuhan akan sarana prasarana pun menjadi sangat tinggi.
Baca juga: DPRD Kotim soroti masalah penyakit masyarakat dan infrastruktur di Baamang
Ia khawatir jika ruang kelas tidak segera ditambah, banyak calon siswa yang tidak mendapatkan kuota ruangan akibat membludaknya jumlah pendaftar di wilayah perkotaan tersebut.
“Problem kita adalah banyaknya jumlah siswa, sehingga takutnya tidak semua dapat ruangan. Oleh sebab itu, usulan yang ditekankan saat ini adalah penambahan ruang kelas. Sedangkan penambahan unit sekolah baru, akan kita pelajari dulu urgensinya,” jelasnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi atensi karena masih banyak kendala pelayanan yang dikeluhkan masyarakat.
Angga menyatakan bahwa DPRD akan membedah usulan dari pihak kecamatan untuk memastikan anggaran yang terbatas dapat menyentuh aspek-aspek paling krusial.
Menyikapi kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi, Angga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada APBD.
Ia mendorong adanya kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan di wilayah utara Kotim yang berjalan lancar berkat bantuan perusahaan swasta.
Skema kemitraan seperti ini diharapkan dapat diterapkan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, drainase dan lainnya.
“Harapan besar kita agar pihak swasta juga terlibat. Kita harap ada partisipasi dari pihak swasta dan masyarakat untuk membantu pemenuhan program-program infrastruktur kita yang ada di Kotim,” demikian Angga.
Baca juga: Pemkab Kotim kaji fleksibilitas penyaluran CSR
Baca juga: DLH Kotim tegaskan pengelola pasar bertanggung jawab mengelola sampah
Baca juga: Wabup Kotim blusukan salurkan bantuan korban rumah roboh