
DPRD Kotim ajak masyarakat lebih terlibat jaga kamtibmas selama Ramadhan

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat memperketat penjagaan keamanan dan ketertiban selama Ramadhan 1447 Hijriah untuk memastikan ibadah berlangsung kondusif tanpa gangguan keamanan.
"Dalam momentum Ramadhan 1447 H, saya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, mengurangi aktivitas malam yang tidak penting, dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita lebih fokus beribadah," kata Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha di Sampit, Jumat.
Menurut dirinya, Ramadhan merupakan waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas spiritual. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat meminimalisir mobilitas malam yang bersifat tidak mendesak, guna menghindari risiko kriminalitas maupun gangguan sosial lainnya di lingkungan sekitar.
Dia mengatakan pembatasan kegiatan luar rumah pada malam hari juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik warga. Dengan istirahat yang cukup, masyarakat diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah puasa dengan stamina maksimal sembari menjaga stabilitas lingkungan tetap tenang dan nyaman bagi warga lainnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini ini pun menyoroti salah satu poin krusial yang disorot adalah maraknya aksi balap liar yang seringkali ‘menghiasi’ jalanan protokol saat bulan puasa.
Dia mengatakan fenomena ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata bagi nyawa pengendara lain serta pemicu utama terjadinya gesekan antar kelompok masyarakat.
"Ramadhan jangan dijadikan ajang untuk kegiatan yang mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar. Selain membahayakan diri sendiri, juga bisa merugikan orang lain," tegasnya.
Baca juga: Disnakertrans Kotim ingatkan perusahaan bayar THR paling lambat H-7 Lebaran
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan nilai-nilai toleransi antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kotim yang heterogen. Semangat saling menghargai dianggap sebagai fondasi utama dalam merawat harmoni daerah agar tetap terjaga dari potensi konflik horizontal selama bulan suci berlangsung.
Angga berharap momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Melalui suasana yang tertib, diharapkan nilai-nilai keberkahan Ramadhan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, menciptakan lingkungan yang benar-benar damai.
"Saya berharap Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai momentum introspeksi diri serta memperkuat nilai kebersamaan, sehingga suasana aman, tertib dan penuh keberkahan dapat dirasakan seluruh masyarakat," demikian Angga.
Baca juga: Teras Narang dorong peningkatan kapasitas BNNK Kotim perkuat pemberantasan narkoba
Baca juga: Gapki Kalteng dan PWI Kotim perkuat sinergi dukung pembangunan daerah
Baca juga: Pelajar di Sampit tenggelam saat berenang di danau bekas galian
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
