Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyelenggarakan Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) wilayah barat provinsi setempat tahun 2026.
"Ini menjadi salah satu upaya memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan program percepatan akses keuangan di daerah," kata Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz, sebagaimana disampaikan Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis Ika Budhi Pratiwi dihubungi dari Palangka Raya, Jumat.
OJK menegaskan rapat pleno menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja TPAKD di wilayah barat.
Rapat Pleno ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan program TPAKD sehingga lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.
"Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Adapun dalam kegiatan yang terlaksana di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut, perwakilan pemda ataupun TPKAD dari Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sukamara, Seruyan, Lamandau, dan Kotawaringin Timur, serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) wilayah setempat.
Baca juga: OJK berhasil selesaikan ratusan pengaduan masyarakat di Kalteng
Sekda Kotawaringin Barat Rody Iskandar menyampaikan, TPAKD memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, sektor pertanian, serta sektor produktif lainnya.
“Melalui koordinasi yang kuat dan program kerja yang tepat sasaran, kami optimistis inklusi keuangan dapat semakin merata dan memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Rody.
Rapat pleno tersebut juga membahas agenda strategis TPAKD wilayah barat tahun 2026, termasuk evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, serta penyusunan rencana kerja yang selaras dengan kebijakan nasional percepatan akses keuangan di daerah.
Baca juga: OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi
Baca juga: Ketua OJK mundur hingga IHSG bergerak menguat
Baca juga: OJK: Sektor Pasar Modal di Kalteng catatkan tren positif