Sampit (ANTARA) - Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mulai menunjukkan peningkatan, bahkan PT Pelni Cabang Sampit melaporkan kuota tiket untuk keberangkatan pertengahan Maret hampir habis terjual.
“Untuk keberangkatan KM Leuser tanggal 14 dan 16 Maret, penumpang sudah di atas 1.300 orang dan itu posisinya sudah non-seat. Sisa tiket mungkin tinggal 100-an lagi karena kapasitas kapal tidak boleh lebih dari itu, mengikuti aturan KSOP setempat,” kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah di Sampit, Minggu.
Hal ini ia sampaikan usai memantau proses embarkasi penumpang di Pelabuhan Sampit. Sebanyak 617 penumpang bertolak dari Sampit menuju Surabaya menggunakan Kapal Motor (KM) Lawit dari PT Pelni.
Sehari sebelumnya, kapal yang sama telah menurunkan 139 penumpang dari Semarang di Pelabuhan Sampit.
Untuk keberangkatan hari ini, ia menyebut jumlah penumpang masih tergolong normal, namun berbeda dengan dua jadwal keberangkatan kapal selanjutnya dengan jumlah tiket yang dipesan sekitar 1.300 penumpang.
“Karena tiketnya sudah mulai habis, makanya untuk saat ini penjualan kami batasi, untuk di travel atau umum sudah kami tutup semua dan kami fokuskan ke loket cabang,” ujar Siti.
Ia melanjutkan, pergerakan penumpang pada momentum arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit dari tahun ke tahun memang cukup tinggi dan hal ini semakin meningkat dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa diskon harga tiket sekitar 30 persen.
Penjualan tiket dengan program stimulus ekonomi ini sudah dibuka sejak 20 Februari lalu, untuk keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.
Namun, kuota program ini sangat terbatas dan berlaku sistem siapa cepat dia dapat. Itulah sebabnya pemesanan tiket untuk dua keberangkatan kapal selanjutnya melonjak.
“Program stimulus 30 persen ini masih ada, tapi kuotanya terbatas. Kami menyarankan masyarakat membeli melalui aplikasi Pelni Mobile untuk menghindari praktik calo dan antrean panjang di loket cabang,” imbuhnya.
Baca juga: Legislator Kotim usulkan perubahan batas waktu penyesuaian belanja pegawai
Siti Meneruskan, selain KM Leuser dan KM Lawit, ada satu kapal lagi yang disiapkan untuk momentum Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit, yakni KM Kelimutu yang saat ini masih proses docking atau pemelihara.
Dengan hanya tersisa tiket non-seat untuk KM Lawit dan KM Leuser pada keberangkatan selanjutnya, maka bagi calon penumpang yang tidak ingin mendapatkan tiket non-seat, maka disarankan untuk menunggu jadwal pasti dari KM Kelimutu jika berkenan.
“KM Kelimutu rencananya masuk tanggal 12 dan 18 Maret, tapi itu masih estimasi dan kami masih menunggu jadwal pastinya. Yang jelas untuk KM Kelimutu ini diprioritaskan oleh Pelni Pusat untuk masuk ke Pelabuhan Sampit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PT Pelni Cabang Sampit menyiapkan lima kunjungan (call) kapal untuk periode Angkutan Laut Lebaran 2026, namun jumlah ini masih dapat berubah sehubungan dengan operasional KM Kelimutu.
Terkait puncak arus mudik, Siti memprediksi hal tersebut akan terjadi pada 16 Maret 2026. Ia juga memperkirakan adanya peningkatan aktivitas penumpang sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya periode mudik.
Di sisi lain, para pemudik memilih Pelabuhan Sampit karena alasan aksesibilitas, kenyamanan armada hingga hemat biaya.
Edi Sutomo, seorang perantau dari Kabupaten Seruyan, mengaku lebih memilih mudik lewat Pelabuhan Sampit untuk menuju kampung halamannya di Jepara.
“Saya pilih lewat Sampit karena lebih dekat. Pengalaman mudik dengan kapal Pelni selama ini aman dan pelayanannya bagus. Tempat istirahatnya tertib sesuai nomor dek, jadi tidak perlu berebut,” ujar Edi.
Ia yang mengaku hampir empat tahun merantau di luar pulau ini setia menggunakan transportasi laut untuk mudik. Terlebih dengan kemudahan akses dan teknologi sekarang memungkinkan ia merencanakan perjalanan selanjutnya hingga sampai ke rumah.
“Saya sudah pesan travel, setelah turun dari kapal di Surabaya bisa langsung melanjutkan perjalanan ke kampung halaman saya sekitar 6 jam,” demikian Edi.
Baca juga: Usulan perbaikan jalan dominasi hasil reses Dapil II DPRD Kotim
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas Kotim teken PKS lindungi pekerja rentan
Baca juga: Bandara Haji Asan Sampit siagakan lima area parkir jelang Lebaran