Palangka Raya (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatat penjualan listrik mencapai 6.253,79 gigawatt hour (GWh), tumbuh 5,09 persen secara year on year (YoY) dibandingkan 2024 yang sebesar 5.950,92 GWh.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi listrik nasional ini tak lepas dari transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 turut memperkuat kesiapan perseroan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan.
“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Iwan.
Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik pada 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor seiring menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat.
“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Iwan.
Secara rinci, sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan capaian 3.391,75 GWh pada 2025, tumbuh 3,93 persen YoY atau meningkat 128,24 GWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan serta meningkatnya pemanfaatan peralatan listrik di tingkat rumah tangga.
Pada sektor industri, konsumsi listrik mencapai 1.023,87 GWh, tumbuh 3,41 persen secara tahunan atau setara 33,78 GWh. Pertumbuhan sektor ini didorong oleh bertambahnya pelanggan industri perkebunan kelapa sawit serta aktivitas pertambangan batu bara, bijih besi, baja dan logam, serta industri pengolahan lainnya yang terus beralih menggunakan listrik PLN sebagai sumber energi utama operasional mereka.
Sementara itu, sektor bisnis mencatat konsumsi sebesar 1.219,83 GWh atau tumbuh 10,72 persen YoY dengan kenaikan 118,14 GWh. Peningkatan signifikan ini antara lain dipengaruhi oleh bertambahnya pusat perbelanjaan dan kawasan komersial, termasuk beroperasinya pusat perbelanjaan baru seperti Duta Mall Palangka Raya yang turut mendorong lonjakan kebutuhan listrik.
“Semakin meningkatnya konsumsi listrik seluruh pelanggan di Kalselteng menggambarkan perekonomian daerah yang turut tumbuh. Kondisi ini juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah melalui kontribusi pajak dan aktivitas usaha,” kata Iwan.
Baca juga: Anggota DPR minta PLN jaga pasokan listrik selama Ramadhan hingga Idul Fitri
Baca juga: SKY dorong ketahanan energi nasional melalui sinergi PLN, Antam, dan Pertamina
Baca juga: Penggunaan SPKLU di Kalselteng melonjak sepanjang 2025