Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor memastikan pemerintah daerah tetap mengawal kasus dugaan penganiayaan yang dialami Camat Mentaya Hilir Utara (MHU), Zikrillah yang kini ditangani langsung oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng.
“Kasus penganiayaan camat itu berproses di Polda. Kami tetap monitor melalui Kabag Hukum dan kami terus menjalin komunikasi dengan Polda,” kata Halikinnor di Sampit, Jumat.
Halikinnor menyampaikan, penanganan perkara tersebut kini tengah diproses secara intensif Polda Kalteng. Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi aparatur sipil negara yang mengalami kekerasan saat menjalankan tugas di lapangan.
Orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini menyatakan pihaknya tidak akan lepas tangan. Pihaknya terus memantau setiap perkembangan yang dilaporkan oleh pihak kepolisian.
Upaya monitoring melalui Bagian Hukum Setda Kotim dilakukan agar seluruh prosedur hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pejabat publik yang sedang mengemban amanah masyarakat.
Halikinnor menyerahkan sepenuhnya teknis penyelidikan dan penyidikan kepada aparat penegak hukum di tingkat provinsi. Ia berharap proses ini memberikan efek jera, sehingga insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Kita tunggu saja. Saat ini kasus ini ditangani oleh Polda, sesuai dengan ketentuannya," demikian Halikinnor.
Baca juga: Bupati Kotim sebut pemangkasan TPP opsi terakhir penyesuaian belanja pegawai
Sebelumnya, Rabu (11/3), Camat MHU Zikrillah diserang oleh sejumlah warga yang menjadi anggota Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya hingga mengalami cedera ringan.
Hal ini terjadi di tengah mediasi terkait polemik penandatanganan pengesahan pemilihan Ketua Gapoktanhut yang berujung ricuh. Warga yang merupakan anggota Gapoktanhut itu memaksa camat untuk menandatangani hasil pemilihan tersebut.
Namun, camat menolak karena hal tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Warga yang kecewa pun meluapkan dengan melempari hingga menarik-narik camat tersebut.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat Baamang itu bahkan sempat hampir tersungkur di tengah kerumunan dan kancing seragamnya pun sampai terlepas.
Beruntung situasi segera dapat dikendalikan oleh pihak Polsek dan Danramil setempat. Namun, kericuhan yang terekam kamera amatir warga itu kemudian viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak.
Baca juga: Menjala ikan, warga Sampit malah dapat buaya
Baca juga: Pemkab Kotim berharap program konversi elpiji dituntaskan
Baca juga: DPRD Kotim tekankan sinkronisasi pokir dalam Musrenbang RKPD 2027