Kuala Kapuas (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memuji kemajuan dan perkembangan Kabupaten Kapuas yang sudah berusia 220 tahun dan Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-75 pada tahun 2026.

Terlihat sudah banyak berkembang dihampir semua sektor serta kesejahteraan masyarakat, kata Agustiar Sabran saat memberikan sambutan para upacara peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 dan Pemkab Kapuas ke-75 tahun 2026, di Kuala Kapuas, Senin.

"Tahun 2025, produksi pertanian khususnya padi meningkat, Indeks Pembangunan Manusia sebesar 73,47, serta tampak infrastruktur Kota Kuala Kapuas tertata makin indah dan rapi," ucapnya.

Untuk itu, sambungnya, ia menyampaikan ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kapuas, beserta jajaran, atas progress pembangunan yang telah dicapai. Namun, semua kemajuan Kapuas tidak terlepas dari dukungan semua pihak.

"Jadi, kami memberikan apresias kepada para tokoh pendahulu, DPRD, Forkopimda, ASN, akademisi, dunia usaha, media dan semua elemen masyarakat," kata Agustiar Sabran.

Dikatakan, peringatan Hari Jadi ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan, berlandaskan semangat Huma Betang dan Tingang Menteng Panunjung Tarung dalam bingkai NKRI.

"Tanpa kebersamaan, tanpa persatuan, tidak mungkin kita bisa menyukseskan pembangunan. Tujuannya satu, yaitu untuk mensejahterakan dan mengakat martabat masyarakat," katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, ada beberapa isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama, penguatan kemandirian. Khususnya di Kapuas ia melihat potensi pertanian sangat besar, terutama padi, sehingga potensi unggulan ini perlu betul-betul dimaksimalkan.

Selain itu, ada potensi lain seperti karet, rotan, kakau kopi dan ikan air tawar. Jika semua dikembangkan dengan baik, perekonomian daerah pasti meningkat. Apalagi Kapuas adalah pintu gerbang dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

"Jangan hanya produk Kalsel seperti beras yang ke daerah kita, tetapi komoditas kita harus bisa masuk ke  Kalsel. Untuk itu, kita harus punya daya saing," ujar Agustiar Sabran.

Baca juga: Aduan Kartu Huma Betang Sejahtera, pelaporan diharap beserta data bukan hanya asumsi

Kemudian, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya seni budaya kearifan lokal, agar lestari menjadi warisan sejarah sekaligus mendatangkan nilai tambah ekonomi. Berikutnya, yang paling penting, sinergi adalah kunci keberhasilan pembangunan. Semua harus seiring sejalan, Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/ Kota.

"Untuk itulah, kami meluncurkan karatu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Efisiensi tidak menghalangi komitmen kami untuk tetap memprioritaskan kepentingan rakyat Kalteng, termasuk di Kapuas. Mari kita kawal dan sukseskan KHBS agar tepat sasaran," demikian Agustiar Sabran.

Sementara dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, dan Wakil Bupati Kapuas, Dodo, beserta jajarannya tersebut, juga diluncurkan program satu desa dan kelurahan Rp1 miliar, serta penyerahan piagam penghargaan dan bantuan dana hibah untuk relawan pemadam kebakaran di daerah setempat.

Baca juga: Mahasiswa jadi stafsus, Gubernur Kalteng beri ruang generasi muda kawal pembangunan

Baca juga: Menyongsong sekda baru Pemprov Kalimantan Tengah

Baca juga: Kartu Huma Betang Sejahtera, bantuan terintegrasi pacu perekonomian masyarakat