Sampit (ANTARA) - Tim olahraga domino Ardina Legend sukses menjuarai Kejuaraan Cabang Orado Kotawaringin Timur, sehingga berhak mewakili daerah ini untuk berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Tengah.
"Kami ucapkan selamat kepada Tim Ardina Legend. Tim ini yang akan menjadi wakil Kotim karena mereka menjuarai Kejurcab Orado Kotim," kata Ketua Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Endra Rosana di Sampit, Senin.
Kejurcab Domino merupakan yang perdana di Kotawaringin Timur setelah terbentuknya Orado setempat. Kejuaraan yang dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Muhammad Irfansyah tersebut disambut antusias pecinta olahraga domino.
Panitia tidak mengira antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan banyak peserta yang sudah menunggu lama olahraga ini dipertandingkan secara resmi.
"Acara ditutup tadi malam karena animo luar biasa dari 34 tim yang bertanding. Awalnya pelaksanaannya direncanakan dua hari, ternyata baru selesai dalam tiga hari," kata Endra.
Tim Ardina Legend berhadapan dengan Tim Hilir di final. Pertandingan final best of Five atau lima set pertandingan akhirnya dimenangi Tim Ardina Legend dengan skor 3-1.
Kemenangan tim ini pun disambut positif semua pihak seraya berharap tim tersebut bisa tampil gemilang dan meraih prestasi saat berlaga di Kejurprov Kalteng nantinya.
"Acara ditutup secara resmi oleh Riskon Fabiansyah Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim sekaligus anggota Dewan Pembina Orado Kotim," kata Endra.
Baca juga: Domino naik kelas jadi cabor, Legislator Kotim dorong sosialisasi aturan baru
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim sekaligus anggota Dewan Pembina Orado Kotim, Riskon Fabiansyah mendorong sosialisasi masif terkait aturan baru dari domino sebagai ajang prestasi.
“Domino sudah naik level kelasnya menjadi salah satu cabang olahraga. Kami mendorong agar aturan-aturan baru ini dipelajari oleh masyarakat karena medianya kini berbeda dan ada regulasi tertentu,” katanya.
Sebagai perwakilan dari Komisi III DPRD Kotim yang bermitra dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam bidang keolahragaan, Riskon sangat mengapresiasi terlaksananya kejurcab perdana ini.
Kegiatan ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru bagi pecinta domino di wilayah Bumi Habaring Hurung tersebut. Kehadiran Orado pun dinilai memberikan warna baru bagi dunia olahraga di Kotim.
“Tentunya kegiatan ini luar biasa. Ini kegiatan kedua setelah sebelumnya sudah diadakan mini eksibisi dan kali ini adalah kejuaraan formalnya di tingkat kabupaten yang digelar oleh Orado Kotim,” ujar Riskon.
Ia mengamati antusiasme masyarakat Kotim sangat tinggi terhadap olahraga ini. Meski panitia hanya mampu mengakomodir 34 tim karena keterbatasan SDM kepanitiaan, namun peminat yang ingin mendaftar sebenarnya jauh melebihi kuota tersebut.
Menurut Riskon, agenda ini merupakan langkah awal yang krusial bagi Orado untuk mensosialisasikan status baru domino. Ia ingin masyarakat memahami bahwa domino bukan lagi sekadar permainan rakyat biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori prestasi.
“Ini salah satu agenda sosialisasi untuk masyarakat Kotim bahwa domino yang selama ini dikenal sebagai permainan di masyarakat dan hampir tidak ada yang tidak tahu domino, hari ini mereka betul-betul menikmati kegiatan ini,” demikian Riskon Fabiansyah.
Baca juga: Geger! IRT di Kotim ditemukan meninggal di kamar mandi
Baca juga: Insan pers dan Minamas bersinergi tingkatkan peran dukung pembangunan di Kotim
Baca juga: KLH dukung kesiapan DLH Kotim terapkan KIE Nasional Pengelolaan Sampah