Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan pelayanan bagi Jamaah Calon Haji (JCH) tetap berjalan maksimal meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan mulai dari pusat hingga daerah.

"Walaupun efisiensi, jangan sampai mengurangi pelayanan terhadap jamaah haji agar mereka bisa fokus beribadah dengan kesehatan yang prima,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim Waren di Sampit, Senin.

Ia menyampaikan, total JCH Kotim yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 171 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni 167 masuk kloter enam dan empat orang lainnya masuk kloter 19.

JCH Kotim ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Haji Asan Sampit menuju embarkasi Syamsudin Noor, Banjarmasin, pada 30 April 2026, kemudian dari embarkasi Banjarmasin menuju Arab Saudi pada 1 Mei 2026.

Sama seperti tahun sebelumnya, Pemkab Kotim menyediakan layanan carter pesawat untuk mengantarkan para JCH ini menuju embarkasi Banjarmasin yang akan dibagi dalam dua kali penerbangan.

Masih menggunakan pesawat dari Maskapai NAM Air, anggaran yang disiapkan untuk carter pesawat ini mencapai Rp1 miliar lebih. Dana ini mencakup biaya penerbangan pulang-pergi dari Sampit ke Banjarmasin, termasuk setelah para jamaah selesai menunaikan ibadah haji.

“Anggarannya kurang lebih sama seperti tahun lalu, ada kenaikan sedikit menyesuaikan dengan kondisi saat ini, tapi untuk detail anggarannya ada di Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Alokasi anggaran itu sudah tersedia APBD kita,” tambahnya.

Anggaran Rp1 miliar lebih tersebut tentu tidak bisa dibilang sedikit, ditambah kini telah tersedia alternatif penerbangan komersial di Bandara Haji Asan Sampit dengan rute Sampit-Banjarmasin yang jika dikalkulasikan bisa lebih murah dibandingkan carter.

Kendati demikian, Waren menegaskan bahwa faktor kesehatan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama. Pihaknya ingin agar para JCH dalam kondisi yang prima saat tiba di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Pangdam: Jembatan Garuda percepat peningkatan konektivitas di pelosok Kotim

JCH merupakan satu kesatuan kelompok yang tidak bisa berangkat secara terpisah-pisah demi mempermudah pemantauan kesehatan mereka. Sehingga, meski penerbangan komersial tersedia, pihaknya memilih tidak menggabungkan rombongan jamaah dengan penumpang umum.

Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi pengecekan kesehatan terakhir dan lainnya yang akan dilaksanakan oleh petugas saat tiba di embarkasi Banjarmasin.

“Untuk mengantisipasi kondisi kesehatan JCH juga, supaya mereka bisa memenuhi standar-standar dimiliki untuk keberangkatan haji, karena nanti ada pengecekan terakhir lagi di Banjarmasin. semua dicek dan diberi vaksin segala macam. Makanya, tidak gabung dengan penumpang umum,” terangnya.

Pemkab Kotim juga telah melakukan koordinasi intensif melalui rapat bersama Kanwil Kementerian Haji Kalteng dan Kalsel untuk mematangkan seluruh rangkaian persiapan.

Hingga saat ini, proses manasik haji bagi para jamaah sudah berjalan dengan lancar sebagai bekal pengetahuan mereka sebelum berangkat ke tanah suci.

Waren juga menanggapi terkait isu mengenai konflik di wilayah Timur Tengah yang berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji. 

Ia menyampaikan, bahwa berdasarkan keterangan dari Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalteng dan Kalsel yang baru pulang dari Arab Saudi, bahwa tidak ada penundaan jadwal ibadah haji.

“Ibadah haji tetap dilaksanakan seperti sebelumnya. Harapannya sesuai jadwal yang sudah ada,” demikian Waren.

Baca juga: Pembahasan plasma sawit buntu, DPRD Kotim dorong konsultasi sampai ke pusat

Baca juga: Bupati Kotim tegaskan WFH bukan libur, kinerja ASN tetap dipantau

Baca juga: DPRD Kotim dorong Inspektorat optimalkan pembinaan desa