Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mematangkan skema pelepasan dan pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) menuju embarkasi Banjarmasin, mulai dari jadwal pelepasan hingga pengangkutan jamaah dan barang.

Sejumlah kesimpulan telah disepakati dalam rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan hari ini, kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotim Waren di Sampit, Senin.

"Untuk acara pelepasan JCH, dijadwalkan 30 April 2026 pukul 08.00 WIB di rumah jabatan (rujab) Bupati, dan dilepas langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor," ucapnya.

Adapun rakor tersebut melibatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kotim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Manajemen Bandara Haji Asan Sampit, Polres Kotim dan lainnya.

Waren menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, pemerintah daerah bertanggung jawab atas pemberangkatan jamaah haji dari daerah asal ke embarkasi dan sebaliknya pada saat kepulangan.

Oleh karena itu, fokus rakor ini adalah guna memastikan kelancaran dan keselamatan pemberangkatan JCH Kotim dari Kota Sampit, tepatnya Bandara Haji Asan Sampit menuju embarkasi Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Setelah acara pelepasan oleh Bupati Kotim, sebanyak 171 JCH Kotim dijadwalkan berangkat dari Sampit ke Banjarmasin yang dibagi dalam dua kelompok.

"Kelompok pertama yang meliputi 167 orang akan diberangkatkan pada 1 Mei 2027 menggunakan pesawat NAM Air, sedangkan kelompok kedua berjumlah empat orang berjadwalkan berangkat pada 20 Mei melalui jalur darat," sebutnya.

Hal ini menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan JCH dari Indonesia ke Arab Saudi yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Rombongan pertama sebanyak 167 orang masuk dalam kloter 6, adapun empat orang lainnya masuk dalam kloter 19.

Khusus untuk pemberangkatan 167 JCH Kotim yang menggunakan pesawat dari Sampit ke Banjarmasin juga dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama terdiri atas 100 orang berangkat pada pukul 05.00 WIB, disusul kloter kedua 67 orang pada pukul 07.00 WIB.

Setiap kloter akan didampingi oleh pendamping dari Pemkab Kotim termasuk Dishub dan Satpol PP, serta Kemenhaj guna memastikan keamanan pemberangkatan haji.

Kloter pertama diperuntukan bagi jamaah prioritas, seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia, termasuk lima orang pengguna kursi roda. Pengaturan prioritas sepenuhnya akan ditentukan oleh pihak Kemenhaj 

"Supaya mereka begitu tiba di Banjarmasin bisa segera mengurus administrasi visa dan juga paspor, serta pengecekan kesehatan. Kemudian mereka memiliki waktu istirahat yang lebih panjang sebelum berangkat ke Tanah Suci," demikian Waren.

Baca juga: Jadikan halal bihalal Korpri perkuat solidaritas dan profesionalitas ASN di Kotim

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kotim Tiariyanto memastikan kesiapan para JCH Kotim, baik secara fisik maupun mental dan hanya menunggu jadwal keberangkatan.

"Kalau kesiapan dari jamaah sudah boleh dibilang 90 persen, tinggal menunggu koper saja. Secara keseluruhan jamaah sudah siap berangkat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi kebijakan Pemkab Kotim yang memfasilitasi pemberangkatan menggunakan pesawat, karena dinilai sangat membantu jamaah. 

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, jamaah tidak mengalami kelelahan berlebih sebelum memasuki tahapan berikutnya di embarkasi.

"Tentu sangat membantu jamaah karena waktu tempuh lebih singkat, sehingga jamaah tidak terlalu lelah dalam perjalanan menuju embarkasi," tuturnya.

Baca juga: Ketua DPRD Kotim siap terapkan hasil retreat Lemhannas
 

Disamping itu, ia juga menanggapi terkait situasi geopolitik di Timur Tengah. Tiariyanto memastikan tidak ada dampak terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi telah menjamin keamanan dan kelancaran penyelenggaraan haji 2026.

"Wakil Menteri sudah menyampaikan bahwa pemberangkatan haji dinyatakan aman, tidak terpengaruh oleh situasi di Timur Tengah. Arab Saudi juga menjamin pelaksanaan haji tahun ini tetap berjalan lancar," ungkapnya.

Tiariyanto juga mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat agar jamaah tetap dalam kondisi Istitha'ah saat menjalankan ibadah haji.

"Jamaah diharapkan rutin berolahraga, menjaga pola makan dan istirahat, sehingga saat berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik maupun mental," demikian Tiariyanto.

Baca juga: Pemkab Kotim semakin perketat perjalanan dinas imbas kenaikan BBM

Baca juga: DKUKMPP Kotim buat terobosan di akhir pekan untuk hidupkan UMKM

Baca juga: Musda V PTGMI Kalteng diharap hasilkan program strategis tingkatkan kesehatan masyarakat