Sampit (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kalimantan Tengah, mewujudkan pelayanan prima, salah satunya dengan memberikan pelayanan jemput bola pengukuran dan penerbitan E-Pas Kecil dengan datang langsung ke lokasi pemohon.

"Kami menilai sangat penting melaksanakan sosialisasi dan jemput bola turun ke lapangan, pengukuran kapal di bawah GT 7, serta memberikan pelayanan prima guna mendukung terciptanya aspek keamanan dan keselamatan pelayaran," kata Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian melalui pejabat setempat, Heri Tirawati di Sampit, Rabu.

Kegiatan layanan jemput bola kembali dilaksanakan KSOP Kelas III Sampit pada Minggu (19/4). Kali ini pelayanan diberikan di wilayah Pegatan Kabupaten Katingan yang juga termasuk wilayah kerja KSOP Kelas III Sampit. 

KSOP Kelas III Sampit menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan prima untuk pengawasan dan keselamatan pelayaran di wilayah kerja perairan Sampit melalui pengukuran, penerbitan E-pas kecil kapal di bawah GT. 7, sosialisasi keselamatan pelayaran.

Kegiatan ini menghadirkan pejabat struktural dan Marine Inspector KSOP Kelas III Sampit. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Katingan Firdaus, Camat Katingan Kuala Hardi Utomo, jajaran Polairud Katingan Kuala, Pos TNI AL Pegatan, Polsek Katingan Kuala, Forkopimda, pemilik kapal dan instansi terkait.

Semua pihak menyambut positif antusias kegiatan layanan jemput bola karena dinilai sangat membantu masyarakat selaku pemohon atau pengguna layanan. Petugas juga dengan senang hati memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan pengukuran kapal hingga penerbitan E-Pas Kecil kapal di bawah GT 7 yang dilaksanakan di wilayah pos kerja Pegatan.

E-Pas Kecil adalah Surat Tanda Kebangsaan Kapal berbentuk elektronik/kartu (seperti KTP) yang wajib dimiliki kapal nelayan tradisional berukuran di bawah GT 7. Ini adalah inovasi digital dari Kemenhub untuk legalitas, keselamatan pelayaran, dan kemudahan pendataan kapal yang praktis, tahan air, dan mudah diverifikasi. 

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pengukuran terhadap 20 kapal nelayan di bawah GT 7, pemberian 2 buah sertifikat pas kecil serta pemberian life jacket secara gratis kepada para nelayan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis E-Pas Kecil dan alat keselamatan kepada masyarakat, yakni nelayan setempat. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Bupati Katingan Firdaus bersama jajaran KSOP Kelas III Sampit.

Baca juga: Bupati Kotim instruksikan seluruh OPD bersiap hadapi dampak kemarau

Kegiatan juga diisi sosialisasi kampanye keselamatan pelayaran. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan demi terciptanya keselamatan pelayaran.

"Persyaratan terkait proses pengukuran kapal dan penerbitan E-Pas Kecil tanpa dipungut biaya (zero cost). Penting bagi nelayan untuk melengkapi kapal dengan alat keselamatan sebagai bentuk perlindungan saat melaksanakan kegiatan di wilayah perairan," tegas Heri Tirawati.

Sementara itu, Camat Katingan Kuala Hardi Utomo menyampaikan menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Dia menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran di wilayah perairan Pegatan dan sekitarnya guna terwujudnya Zero Accident. 

“Keselamatan dan keamanan pelayaran adalah harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelengkapan yang tidak dipenuhi, termasuk penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan perlengkapan lainnya,” tegasnya. 

Hardi Utomo memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran KSOP Kelas III Sampit atas pelayanan prima melalui pengukuran, penerbitan E-Pas kecil kapal di bawah GT. 7, sosialisasi keselamatan pelayaran, serta pemberian jaket keselamatan gratis bagi warganya. 

Dia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut melalui sinergi dan kolaborasi dengan KSOP Kelas III Sampit serta seluruh pihak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apresiasi juga disampaikannya terkait kemudahan perizinan yang diberikan kepada masyarakat. Meski begitu, dia sepakat bahwa kemudahan dalam proses perizinan harus tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran. 

“Silakan dipermudah dalam pengurusan izin, namun aspek keamanan dan keselamatan tetap harus ditegakkan. Jangan sampai terjadi kelebihan muatan (overload) yang berpotensi membahayakan,” tegas Hardi Utomo. 

Baca juga: Disdik Kotim dorong peran guru PAI cetak generasi berakhlak mulia

Kanit Patroli Polairud Pegatan, M. Sugiarto menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran KSOP Kelas III Sampit atas pelayanan cepat melalui pengukuran, penerbitan E-Pas kecil kapal di bawah GT. 7, sosialisasi keselamatan pelayaran, pemberian jaket keselamatan di Pegatan. 

Ini sejalan dengan komitmen bersama dalam mewujudkan keselamatan pelayaran. Pihaknya akan terus melakukan penertiban guna menjaga keselamatan dan ketertiban di wilayah perairan. 

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas yang tidak sesuai aturan, baik dari sisi perizinan maupun kelengkapan alat keselamatan. Semua ini demi melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan maupun permasalahan hukum,” ungkapnya.

Perwakilan Pos TNI AL Pegatan Ade Rakhmat juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran KSOP Kelas III Sampit atas kegiatan ini. Dia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan saat beraktivitas di perairan. 

Dia mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi menghindari risiko kecelakaan di laut maupun di sungai guna terciptanya Zero Accident.

"Melalui kegiatan ini, KSOP Kelas III Sampit bersama seluruh pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas kapal, keamanan dan keselamatan pelayaran, sehingga tercipta aktivitas pelayaran yang aman, tertib, humanis dan berkelanjutan di wilayah Pegatan Perairan Sampit dan sekitarnya," ujarnya.

Salah satu dari pemilik kapal, Suroso menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelayanan prima dan gerak cepat oleh Kepala KSOP Kelas III Sampit dan jajarannya atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah satu agen kapal, Sari Al Haddad juga sangat mengapresiasi atas kinerja KSOP Kelas III Sampit dan jajarannya atas terlaksananya pelayanan prima. Dia berharap agar program dan kegiatan ini dapat dipertahankan dan berjalan dengan berkelanjutan.

"Kami juga bersyukur karena kegiatan pengukuran, penerbitan E-Pas Kecil kapal di bawah GT. 7, sosialisasi keselamatan pelayaran bertempat di Pegatan wilayah kerja KSOP Kelas III Sampit ini berjalan dengan baik, humanis, sukses dan lancar atas sinergitas dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait di wilayah Perairan Pegatan," demikian Sari.

Baca juga: Komisi I DPRD Kotim dorong optimalisasi PKB dan BBNKB

Baca juga: Pelatihan paralegal harus optimalkan peran Posbakum di Kotim

Baca juga: Pelajar Kotim raih juara pertama Duta Baca Pelajar Kalteng 2025