Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyambut antusias masuknya pesawat berbadan besar jenis Airbus A320 milik Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit yang dijadwalkan mendarat perdana 7 Mei 2026.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Kotim. Dengan hadirnya pesawat berbadan besar, akses transportasi udara kita semakin terbuka dan pilihan masyarakat juga bertambah,” kata Ketua DPRD Kotim Rimbun di Sampit, Kamis.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyatakan dukungan penuh terhadap kedatangan Pesawat Airbus A320 tersebut
Menurutnya, kehadiran pesawat dengan kapasitas besar ini menjadi indikator kemajuan sektor transportasi udara di daerah. Hal tersebut juga berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bumi Habaring Hurung melalui peningkatan konektivitas.
Masuknya pesawat dengan daya angkut lebih besar akan meningkatkan mobilitas penumpang maupun distribusi barang. Kondisi ini dinilai strategis untuk menunjang aktivitas perdagangan, investasi, serta perkembangan sektor jasa di wilayah tersebut.
“Tidak hanya penumpang, tetapi juga kargo. Ini akan mempercepat distribusi barang dan berpotensi menekan biaya logistik,” ujarnya.
Baca juga: Polres Kotim musnahkan 1,2 kilogram sabu dari 11 perkara
Lebih lanjut, Rimbun berharap kehadiran Airbus A320 dapat mendorong terciptanya persaingan sehat antar maskapai. Dengan adanya kompetisi, ia optimistis harga tiket pesawat bisa lebih kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kalau sudah ada kompetisi, biasanya harga akan lebih bersaing. Ini yang kita harapkan, supaya masyarakat bisa menikmati layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau,” harap Rimbun.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah bersama pihak terkait tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan kesiapan infrastruktur bandara. Hal ini penting mengingat kondisi landasan pacu yang masih memiliki keterbatasan.
“Keselamatan tetap yang utama. Kita mendukung, tapi harus dipastikan semua aspek teknis benar-benar memenuhi standar,” tambahnya.
Rimbun pun optimistis bahwa momen pendaratan perdana ini akan menjadi titik awal peningkatan konektivitas Kotim dengan berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan daerah.
“Ini momentum yang harus kita jaga bersama agar ke depan Kotim semakin maju dan terhubung dengan daerah lain,” demikian Rimbun.
Baca juga: Fraksi PAN Kotim tekankan pengawasan penyerahan PSU
Baca juga: Dinkes Kotim akui ada ketimpangan pemerataan faskes dan nakes
Baca juga: DLH Kotim terus dorong UPTD Laboratorium menjadi BLUD