Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berupaya mengoptimalkan transaksi pengadaan barang dan jasa secara online menggunakan platform Mbizmarket mulai 2026 ini karena setiap transaksinya akan memberikan pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD).

"Sekarang ini mulai jalan, khususnya untuk ATK (alat tulis kantor) dan makan minum. Mulai ada hasil. Jadi setiap transaksi, daerah akan dapat pembagian keuntungan," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kotawaringin Timur, Rifarna Montazriani di Sampit, Jumat.

Penggunaan platform Mbizmarket untuk pengadaan barang dan jasa ini setelah adanya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket) terkait digitalisasi pengadaan melalui platform marketplace sebagai media transaksi belanja online.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor di Jakarta pada Rabu (26/11/2025) lalu. Perjanjian kerja sama dilakukan antara Pemkab Kotawaringin Timur dengan pihak Mbizmarket dan antara BUMD PT Habaring Hurung dengan Mbizmarket. 

Mbizmarket adalah toko daring seperti platform Tokopedia dan lainnya. Pemerintah daerah menggandeng Mbizmarket karena menilai banyak manfaat yang akan didapat dengan bertransaksi menggunakan platform tersebut.

Selama ini transaksi pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah rutin dilakukan melalui e-katalog yang merupakan marketplace dibina dan dikembangkan oleh pemerintah. Namun, e-katalog bukanlah satu-satunya platform yang bisa digunakan pemerintah dalam bertransaksi pengadaan barang dan jasa. 

Baca juga: Bupati Kotim dorong kebangkitan koperasi Korpri

Aturan juga tidak menutup peluang bagi pemerintah daerah menggunakan platform lain yang bukan dikelola pemerintah, namun tetap di bawah binaan pemerintah, salah satunya Mbizmarket. Toko daring ini tetap berada di bawah binaan pemerintah dan aksesnya juga tetap melalui e-katalog atau Inaproc.

Rifarna menjelaskan, setiap transaksi menggunakan Mbizmarket, maka akan ada pendapatan sebesar 2,25 persen. Dari besaran tersebut, pendapatan akan dibagikan sebesar 0,25 persen sedangkan 2 persennya dibagi antara Mbizmarket (65 persen) dan BUMD PT Habaring Hurung (35 persen).

Kerja sama ini dimulai terhitung 1 Januari 2026. Sosialisasi dan cakupannya juga diperluas dengan menyasar pemberdayaan hingga ke desa-desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kotawaringin Timur.

Pemerintah daerah juga mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk masuk dan memanfaatkan peluang ini. Dengan begitu, daerah akan dapat pendapatan langsung dari setiap transaksi, serta pelaku UMKM juga ikut diberdayakan sehingga bisa berkembang dan mandiri.

"Untuk itulah kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan memberikan bimbingan kepada OPD dan pelaku UMKM selaku penyedia lokal. Harapannya, ini menjadi salah satu langkah yang bisa turut menggerakkan perekonomian masyarakat kita," demikian Rifarna.

Baca juga: Legislator Kotim ajak masyarakat gunakan penerbangan di Sampit

Baca juga: Luapan Sungai Tualan sebabkan banjir dan longsor di wilayah utara Kotim

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akses rujukan Puskesmas Mentaya Seberang