Palangka Raya (ANTARA) - Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial,  Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FISIP-ADKOM UMPR), Enjang Dwi Hapsari, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu peserta dalam program “Satu Hari Bersama Gubernur Kalimantan Tengah”.

Enjang di Palangka Raya, Senin mengatakan, sari seluruh peserta se-Kalimantan Tengah, hanya tiga orang terbaik yang terpilih mengikuti program tersebut setelah melalui serangkaian tahapan seleksi.

“Keikutsertaan ini berawal dari ketertarikan saya setelah melihat informasi program melalui media sosial. Dalam proses seleksi, para peserta diminta menulis esai sesuai tema pilihan, dan saya memilih tema kebudayaan yang saya rasa hal itu sangat dekat dengan kehidupan serta latar belakang saya di bidang fashion,” tutur Enjang.

Dalam esainya, ia mengangkat tentang batik benang bintik khas Kalimantan Tengah. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat stigma di masyarakat bahwa batik terkesan terlalu formal, kuno, dan hanya digunakan pada acara tertentu. Padahal, banyak motif asli Kalimantan Tengah yang sederhana dan terinspirasi dari alam sekitar sehingga sangat relevan digunakan dalam fashion sehari-hari.

Melalui batik tersebut, dia juga ingin memperluas cara pandang masyarakat terhadap batik. Selama ini, ketika masyarakat mendengar kata “batik”, yang terbayang umumnya adalah motif parang, megamendung, atau batik khas Jawa lainnya.

"Melalui esai yang saya tulis, saya berharap batik benang bintik dapat semakin dikenal dan menjadi identitas budaya Kalimantan Tengah yang kuat di mata masyarakat luas,” sambungnya.

Baca juga: Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMPR terpilih jadi Nyai Kalteng 2026

Sebagai solusi, ia menawarkan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, seperti pemanfaatan media sosial, workshop budaya, kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, hingga menghadirkan kelas-kelas edukasi budaya agar rasa cinta terhadap budaya lokal dapat tumbuh sejak dini.

“Saya memilih tema ini karena ingin menulis sesuatu yang benar-benar saya pahami dan saya jalani, bukan hanya sekadar untuk kebutuhan seleksi saja,” ujarnya.

Setelah melalui tahap seleksi esai, ia berhasil masuk dalam 10 besar peserta terbaik se-Kalimantan Tengah dan melanjutkan ke tahap wawancara. Dari proses tersebut, akhirnya ia terpilih menjadi satu dari tiga peserta terbaik yang berkesempatan mengikuti program “Satu Hari Bersama Gubernur Kalimantan Tengah”.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti hanya sebagai seremoni atau sebatas penulisan esai, melainkan dapat menjadi awal kolaborasi nyata antara anak muda dan pemerintah agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya juga berharap jika nantinya ada sesi kedua, program ini bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Baca juga: UMPR perkuat sinergi dengan LPP RRI Palangka Raya

Baca juga: FISIP ADKOM UMPR perkuat sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan KPID-RRI

Baca juga: UMPR gelar kuliah umum peran generasi muda dalam penyiaran sehat