Logo Header Antaranews Kalteng

Wamenhub Imbau Perusahaan Bayar THR Lebih Awal

Kamis, 3 Juli 2014 16:24 WIB
Image Print
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono (Istimewa)
dengan pengaturan dan pembayaran THR lebih awal diharapkan dapat memudahkan penanganan arus mudik,"

Sampit (Antara Kalteng) - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengimbau seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, untuk membayarkan tunjangan hari raya lebih awal.

"Pemudik melalui Pelabuhan Sampit pada umumnya adalah karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit, untuk itu dengan pengaturan dan pembayaran THR lebih awal diharapkan dapat memudahkan penanganan arus mudik," katanya di Sampit, Kamis.

Pembayaran THR terhadap karyawan juga harus disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal agar mereka tidak terlalu lama menunggu di pelabuhan.

Pihak perusahaan juga diminta untuk melaporkan karyawannya yang akan mudik lebaran sehingga dapat memudahkan dalam pengaturan penyediaan kapal.

"Saya berharap pemerintah daerah selalu berkomukasi dengan pihak perusahaan agar tidak membayar THR secara bersamaan, sebab hal itu akan memicu lonjakan penumpang di pelabuhan," katanya.

Penumpukan penumpang di pelabuhan juga dapat mengakibatkan penumpang telantar dan hal itu harus dihindari.

Penanganan arus mudik melalui Pelabuhan Sampit harus maksimal dan sebaik mungkin agar arus mudik dapat berjalan lancar.

Pemerintah daerah beserta instansi terkait juga harus bisa mendeteksi sejak dini kebutuhan kapal sehingga memudahkan dalam pengerahan kapal.

"Untuk menangani arus mudik lebaran 1435 Hijriah se-Indonesia kami akan mengerahkan sedikitnya 1.200 kapal," ucapnya.

Ia berharap persiapan penanganan pemudik melalui pelabuhan Sampit bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara nasional diperkirakan sekitar 30 juta orang akan bergerak mudik dan dari jumlah itu untuk pemudik angkuitan laut diperkirakan jumlahnya akan mencapai 3-4 juta orang.

"Jumlah pemudik 2014 secara umum mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun angkanya tidak terlalu besar, dan dari total keseluruhan itu 160.000 orang di antaranya pemudik atau yang keluar dari Pulau Kalimantan," jelasnya.

(T.KR-UTG/B/N002/N002)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026