Logo Header Antaranews Kalteng

Wamenhub: Fasilitas Mudik Belum Berikan Kenyamanan Penumpang

Rabu, 31 Juli 2013 17:46 WIB
Image Print
Wamenhub, Bambang Susantono (dua dari kiri) meninjau fasilitas ruang tunggu penumpang di pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rabu (31/7). (FOTO ANTARA Kalteng/Untung Setiawan)
Saya yakin sudah ada upaya untuk menciptakan kenyaman tersebut, tapi karena menjelang Hari Raya Idul Fitri jumlah penumpang mengalami lonjakan cukup tinggi dibandingkan dengan hari biasanya, maka sangat wajar jika masih ada keluhan dari pengguna jasa

Sampit, Kalteng, 31/7 (Antara) - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menilai fasilitas mudik Lebaran Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III di kawasan timur masih belum sepenuhnya memberikan kenyamanan para penumpang.

"Saya yakin sudah ada upaya untuk menciptakan kenyaman tersebut, tapi karena menjelang Hari Raya Idul Fitri jumlah penumpang mengalami lonjakan cukup tinggi dibandingkan dengan hari biasanya, maka sangat wajar jika masih ada keluhan dari pengguna jasa," katanya, di Sampit, Rabu.

Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah sudah berupaya menyediakan fasilitas yang memadai, begitu juga dengan pelayanan sudah diupayakan sebaik mungkin, namun karena jumlah pemudik sangat banyak maka mengurangi kenyamanan fasilitas tersebut.

Untuk dipelabuhan, terutama di ruang tunggu penumpang di sana telah disediakan berbagai fasilitas, seperti ruang khusus untuk ibu menyusui, orang tua, dan anak-anak bahkan ruangan khusus untuk orang yang cacat.

Fasilitas itu disediakan semata-mata hanya untuk memberikan kenyamanan para pengguna jasa selama berada di pelabuhan.

"Kami memprediksi tahun ini angkutan laut akan mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk itu perlu adanya sejumlah persiapan dan kesiapan untuk menghadapi arus mudik, dan kami juga akan tetap mengutamakan keselamatan penumpang," katanya.

Sementara Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Kabupaten Kotim, Anasro Amin mengatakan, lonjakan penumpang di pelabuhan Sampit perlu diwaspadai, sebab terhitung sejak 1-23 juli 2013 jumlah pemudik yang berangkat baru mencapai 10.393 orang.

Jumlah pemudik melalui pelabuhan Sampit hingga H-1 lebaran nanti diprediksi akan mencapai 47.000 orang lebih, sehingga masih ada 33.000 orang yang belum mudik lebaran, sementara jadwal kunjung kapal sudah mulai berkurang, sehingga sisa pemudik yang belum berangkat tersebut terancam tidak terangkut.

"Kami memprediksi lonjakan penumpang di pelabuhan Sampit akan terjadi besar-besaran memasuki H-3 Lebaran karena para karyawan perkebunan maupun pertambangan baru akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) pada 3 Juli 2013 nanti," katanya.

Untuk mengantisipasi adanya penumpang yang terlantar di pelabuhan Sampit karena tidak terangkut, maka satu-satu jalan jadwal kunjungan kapal harus ditambah.

KSOP Sampit telah berupaya semaksimal mungkin mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut dengan meminta tambahan jadwal kunjungan kapal ke Dirjen Perhubungan.


(T.KR-UTG/B/B015/B015)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026