Logo Header Antaranews Kalteng

Kembali Ditemukan Dua Penumpang Feri Tenggelam

Kamis, 31 Juli 2014 15:25 WIB
Image Print
Ilustrasi, (ANTARA/Izaac Mulyawan) Istimewa
Kami kembali menerima dua jenazah korban feri tenggelam yang berhasil ditemukan Tim SAR Kamis pagi,"

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban feri penyeberangan tenggelam di sungai Kapuas, Kalimantan Tengah atas nama Syahrani(22) dan M Gunem(1,5).

"Kami kembali menerima dua jenazah korban feri tenggelam yang berhasil ditemukan Tim SAR Kamis pagi," kata Dirut RSUD H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dr Bawa Budi R melalui Kabid Keperawatan Siter saat dihubungi dari Palangka Raya, Kamis sore.

Siter menjelaskan, dua korban ayah dan anak itu sudah dilakukan pihak RSUD untuk di otopsi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga korban.

Kedua almarhum sudah di makamkan siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Pada prosesi pemakaman itu, turut hadir Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat dan seluruh instansi terkait serta pihak keluarga maupun para kerabat dekat almarhum.

Selanjutnya, setelah usai prosesi pemakaman itu, Bupati langsung memberikan santunan baik kepada seluruh korban yang meninggal maupun korban yang masih hidup di Gedung Wanita Lawang Kameloh.

"Saya tidak tahu berapa besar santunan yang diberikan pak Bupati kepada para korban baik yang meninggal maupun yang masih hidup," ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa semua korban tenggelam kapal feri rute Panamas-Kapuas, di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah tetap diberikan santunan.

Penyebab tenggelamnya kapal feri diduga akibat melebihi muatan (overload). Yang terjadi pada Selasa (29/7) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.

Sehingga total korban meninggal diperkirakan sebanyak 17 korban jiwa, dan untuk korban yang selamat ada 52 orang.

Sedangkan untuk proses pencarian korban lain tetap dilakukan, walaupun seluruh korban sudah ditemukan.

Cuma dikhawatirkan saja, sapa tau masih tetap antisipasi mas, demikian Siter.


(T.KR-RON/B/M019/M019)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026