Logo Header Antaranews Kalteng

Harga TBS Sawit Barito Utara Naik

Selasa, 2 Desember 2014 12:18 WIB
Image Print
Ilustrasi,(www.antaranews.com) Istimewa

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Harga tandan buah segar kelapa sawit PT Antang Ganda Utama PIR Butong, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada awal Desember 2014 naik dari Rp1.430 menjadi Rp1.553 per kilogram.

"Naiknya harga TBS (tandan buah segar) pada awal bulan ini merupakan pertama setelah lima bulan terakhir terus anjlok dan membuat para petani kelapa sawit kembali bergairah," kata petani transmigran kelapa sawit, Taufik, di Muara Teweh, Selasa.

Kebun kelapa sawit PT AGU itu, diusahakan oleh petani plasma satuan permukiman (SP) 1, SP 2, SP 3, dan SP 4 dengan luas 4.254 hektare.

Pengelolaannya dikerjakan sekitar 1.800 kepala keluarga yang terdiri atas ribuan jiwa, sedangkan luas kebun inti 16.297 hektare dan produksi TBS rata-rata 15.000 ton/bulan.

Kepala Bidang Produksi Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara Bahruddinsyah membenarkan harga TBS pada awal Desember 2014 sebesar Rp1.553/kg atau naik Rp123 per kilogram dari November lalu sekitar Rp1.430kg.

Ketetapan harga TBS itu, kata dia, merupakan hasil rapat perusahaan dengan anggota koperasi dan petani plasma yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pembagian hasil penjualan TBS setiap kilogram yang diterima perusahaan untuk biaya pengolahan dan pemasaran minyak sawit mentah (CPO) serta biaya penyusutan pabrik ditetapkan 83,91 persen, naik dibanding dengan periode sebelumnya 81,08 persen.

Harga jual inti sawit (PKO) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp3.421 menjadi Rp3.854/kg dan harga jual CPO di pasar dalam negeri juga naik dari Rp7.283 menjadi Rp7.578/kg.

"Jadi, naiknya harga TBS itu juga dipengaruhi oleh anjloknya harga PKO dan CPO," katanya.

PT AGU merupakan perusahaan kelapa sawit tertua di Kalteng yang tergabung dalam Grup Matahari Kahuripan Indonesia (Makin). PT AGU adalah anak perusahaan rokok Gudang Garam Kediri, Jawa Timur.

Perusahaan itu memiliki areal seluas 18.087 hektare dengan produksi CPO sekitar 3.200 ton/bulan.

(T.K009/B/A013/A013)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026