IMM Kalteng Siap Bantu Tangkal Perkembangan ISIS

id IMM Kalteng, ISIS

Ketua DPD IMM Kalteng, Yandi Novia (kiri) saat memberikan penghargaan kepada Direktur Intelkam Polda Kalteng Kombespol Kharles Simanjuntak, di Palangka Raya, Sabtu (11/4) (FOTO ANTARA Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Kalimantan Tengah siap berperan aktif membantu pemerintah dalam menangkal perkembangan Negara Islam Irak dan Suriah di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu.

"Kami selaku kader muda penerus bangsa siap membantu pemerintah dalam upaya mencegah berkembangnya faham ISIS khususnya di Kalimantan Tengah," kata Ketua DPD IMM Kalteng, Yandi Novia di Palangka Raya, Sabtu.

Sepak terjang faham ISIS saat ini semakin mengkhawatirkan dan perkembangan gerakan radikal itu harus segera ditangkal agar tidak semakin membahayakan keamanan bangsa Indonesia.

"Kita sepakat bahwa pergerakan ISIS merupakan musuh bersama yang mau tidak mau harus kita selesaikan sebelum merongrong dan merusak mental generasi bangsa ini. Kita melihat dampak radikalisasi pola pemahaman ISIS ini menimbulkan kekhawatiran lebih," kata Yandi, saat dikonfirmasi, di sela diskusi yang bertajuk "ISIS Musuh Bersama".

Diskusi tersebut merupakan salah satu bentuk peran dan kepedulian DPD IMM Kalteng dalam melakukan pengawalan setiap perkembangan isu yang ada.

Sebagai pemateri dalam diskusi itu adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Normuslim, Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr Asep Solikin, M. Ag dan Direktur Intelkam Kombespol Kharles Simanjuntak yang mewakili Kapolda Kalteng.

Kharles mengatakan, gerakan ISIS merupakan gerakan anarkis dan memaksakan kehendak dalam mencapai tujuan. Perkembangan ISIS belum bisa diidentifikasi dengan jelas, namun pergerakannya dapat dilihat dari perkembangan kelompok radikal yang saat ini mendekam di rumah tahanan dan kelompok serupa yang belum terjaring.

Penyebab pergerakan ini hadir di Indonesia, menurutnya adalah karena toleransi yang sangat tinggi, krisis identitas dan jati diri penduduknya sehingga Indonesia menjadi salah satu prioritas pengembangan gerakan ini.

Jumlah penduduk beragama Islam di Indonesia terbanyak di dunia. Kondisi pemerintahan yang belum stabil dan ditambah dengan politik terguncang merupakan beberapa kriteria tambahan yang menjadi penyebab tumbuhnya ISIS di Indonesia.

"Kondisi ini telah dipelajari oleh ISIS melalui intelejennya, negara mana yang menjadi sasaran empuk bagi perkembangan ISIS," katanya.


(T.KR-RNA/B/S019/S019)

Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar