
Warga Transmigrasi Karang Sari Kotim Tutup Jalan Tambang Batu Bara

Sampit (Antara Kalteng) - Warga transmigrasi SP 2, Desa Karang Sari, Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menutup jalan tambang batu bara milik PT Bumi Makmur Waskita yang beroperasi di daerah tersebut.
"Warga menutup jalan PT BMW karena pihak perusahaan tambang batu bara tidak membayar ganti rugi lahan," kata Sekretaris Desa Karang Sari, Cecep Mulyana di Sampit, Jumat.
Penutupan jalan yang dilakukan warga sendiri sudah berlangsung sepekan, dan warga siap membuka kembali jalan tersebut jika pihak PT BMW membayar ganti rugi lahan.
Lahan yang di serobot pihak PT BMW tersebut merupakan lahan pertanian transmigrasi milik 116 Kepala Keluarga (KK).
Lahan milik warga transmigrasi tersebut oleh pihak PT BMW dipergunakan sebagai ruas jalan selebar 50 meter.
Menurut Cecep, sejak dilakukan penutupan jalan itu, PT BMW tidak dapat beraktivitas.
"Masyrakat sudah lama menunggu janji dari pihak PT BMW, nanum hingga kini tidak ada tanda-tanda ganti rugi itu akan dibayarkan," katanya.
Cecep mengungkapkan, warga pemilik lahan sepakat akan mengambil kembali lahan tersebut jika pihak perusahaan tidak segera menyar ganti rugi.
"Pemilik lahan sepakat akan mengambil kembali lahan itu karena sebelumnya lahan tersebut merupakan lahan pertanian yang produktif. Bahkan saat di ambil alih PT BMW sebagian lahan itu ada tanaman sawit yang telah panen," ucapnya.
Cecep juga mengaku aparatur pemerintah desa sudah beberapa kali memediasi kedua belah pihak, namun tidak ada titik temu dan pihak PT BMW hanya berjanji akan membayar ganti rugi.
Selain dengan warga transmigrasi, lahan tambang PT BMW juga bersengketa dengan perusahaan sawit PT SSP.
PT BMW diduga juga banyak melakukan pelanggaran, seperti lahan yang digarap di dalam kawasan hutan produksi, pembangunan Terminal Khusus (Tersus) tidak dilengkapi dengan izin yang semestinya, termasuk tidak adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Pewarta : Untung Setiawan
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
