
Legislator Minta Pemkot Harus Imbangi Program Pusat

...Pemerintah kota harus bisa mengimbangi program dari pemerintah pusat,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meminta pemerintah kota mampu mengimbangi program pemerintah pusat-daerah dalam pembangunan masa mendatang.
"Kalau programnya sejalan tentu berbagai bantuan bisa terus mengalir ke daerah. Karena itu pemerintah kota harus bisa mengimbangi program dari pemerintah pusat," kata Ketua Komisi B DPRD Nenie Adriati Lambung di Palangka Raya, Selasa.
Menurut dia, berbagai bantuan pemerintah pusat untuk kesejahteraan rakyat patut disyukuri. Jadi daerah harus bisa mengimbanginya supaya sejalan dan bantuan terus mengalir di masa mendatang.
Nenie mengatakan,dalam program pemerintah kota bisa dilaksanakan lebih cepat demi kepentingan masyarakat "Kota Cantik" Palangka Raya yang sejahtera.
Program infrastruktur selama ini terus menjadi skala prioritas pemerintah kota dan DPRD mengingat masih banyak kawasan pinggiran kota belum bisa menikmati hasil pembangunan berupa infrastruktur.
Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur yang tidak merata dan menyeluruh, akan menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, terlebih pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Nenie menyadari bahwa anggaran Pemkot Palangka Raya terbatas dan tidak akan mampu menindaklanjuti atau memenuhi perbaikan berbagai infrastruktur jalan, khususnya di kawasan pinggiran kota.
"Namun saya yakin secara bertahap, pembangunan infrastruktur khususnya di kawasan pinggiran kota bisa terlaksana dengan baik di masa mendatang. Pemkot Palangka Raya berdasarkan komitmen yang kuat akan mampu mewujudkannya," kata politisi Parai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu.
Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah kota dapat mengimbangi program pemerintah pusat-daerah di masa mendatang sehingga apa yang sudah direncanakan dan disusun bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
