Logo Header Antaranews Kalteng

TNTP Temukan Kayu Ulin Jenis Baru Di Seruyan

Jumat, 21 Agustus 2015 09:29 WIB
Image Print
Ilustrasi (istimewa)
Tanaman kayu Ulin ini kita temukan di kawasan hutan TNTP tepatnya di Desa Baung Kecamatan Seruyan Hilir,"

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Seksi Pengolahan Taman Nasional Tanjung Puting Wilayah II Kuala Pembuang telah menemukan tanaman kayu Ulin jenis baru di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Tanaman kayu Ulin ini kita temukan di kawasan hutan TNTP tepatnya di Desa Baung Kecamatan Seruyan Hilir," kata Kepala Seksi Pengolahan TNTP Wilayah II Kuala Pembuang Budi Suriansyah di Kuala Pembuang, Kamis.

Tanaman berjuluk "Kayu Besi" ini ditemukan saat petugas TNTP melakukan penelitian Orangutan. Awalnya mereka hanya menemukan biji pohon kayu Ulin, dan setelah ditelusuri menemukan sedikitnya lima batang pohon Ulin yang tumbuh dengan diameter sekitar 30 cm.

"Biji Ulin jenis baru ini ukurannya lebih kecil, lebih keras serta lebih padat daripada biji kayu Ulin yang selama ini diketahui. Warna coklat lebih gelap, dari bentuk fisik daun Ulin ini lebih tipis dari daun pohon Ulin pada umumnya," kata.

Selama ini, pohon Ulin yang belum memiliki nama latin tersebut diklaim hanya tumbuh di Sabah, Malaysia. Padahal menurut masyarakat lokal, meski tidak mengetahui itu kayu Ulin, namun mereka telah lama mengkonsumsi pucuk daun Ulin jenis baru ini sebagai sayur.

"Selain di Desa Baung, menurut informasi dari masyarakat, pohon Ulin ini juga pernah ditemukan di daerah Tumbang Manjul Kecamatan Seruyan Hulu, namun masyakat tidak mengetahui itu adalah pohon Ulin," katanya.

Ada dua jenis tanaman khas Kalimantan dengan nama latin Eusideroxylon zwageri itu. Pertama jenis Ulin yang biasanya digunakan untuk membuat atap Sirap, dan kedua jenis Ulin yang sering dijadikan bahan bangunan, khususnya tiang rumah.

"Kalau Ulin yang untuk atap Sirap itu memiliki serat kayu yang lurus, sedangkan kayu Ulin yang untuk bangunan, serat kayunya seperti menyilang, sehingga sulit untuk dipatahkan maupun dipotong dengan benda tajam biasa seperti kapak dan parang," katanya.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026