Logo Header Antaranews Kalteng

Kalteng Optimis 17.000 Hektar Sawah Baru Tercapai

Kamis, 3 Maret 2016 10:33 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng, Tute Lelo. (Foto Antara Kalteng/Jaya WM)
Mencetak sawah baru tersebut menghabiskan anggaran Rp300 miliar dari Rp500 miliar untuk peningkatan produksi padi di provinsi ini yang ditargetkan untuk tahun 2016 sekitar 1 juta 50 ton.

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah optimis serta mendapat respon positif dari masyarakat terkait rencana pemerintah Pusat mencetak sawah baru seluas 17,3 ribu hektar di provinsi ini yang dikerjakan Tentara Nasional Indonesia.

Kepala Distanak Kalteng Tute Lelo di Palangka Raya, Rabu mengatakan mencetak sawah baru tersebut menghabiskan anggaran Rp300 miliar dari Rp500 miliar untuk peningkatan produksi padi di provinsi ini yang ditargetkan untuk tahun 2016 sekitar 1 juta 50 ton.

"Sawah baru yang nantinya dicetak TNI tersebut tersebar di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur dan Barito Utara. Kita dari Distanak berperan sebagai konsultan teknis," tambahnya.

Selain cetak sawah baru, petani di Kalteng juga akan mendapatkan bantuan peralatan pertanian seperti traktor tangan, alat pemanen, alat penanam, pupuk, bibit dan lainnya berasal dari anggaran APBN maupun APBD Kalteng.

Tute mengakui produksi padi di Kalteng pada tahun 2015 ditargetkan 1 juta ton, namun adanya perubahan tanam di tingkatan petani yang seharusnya dimulai September menjadi Desember membuat terget tersebut tidak dapat direalisasikan.

Pihaknya optimis di tahun 2016 target produksi padi 1,05 juta ton dapat tercapai.

"Maret dan April ini sebagian besar petani di Kalteng akan panen padi. Apalagi tahun 2016 TNI mencetak sawah baru seluas 17,3 ribu hektar. Masyarakat yang berprofesi sebagai petani juga kan semakin bersemangat menanam padi pasca banyaknya bantuan dari Pemerintah Pusat," kata Tute Lelo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, pada 2015 produksi padi di provinsi nomor dua terluas di Indonesia itu diperkirakan berkisar 891.805 ton gabah kering giling (GKG) atau naik sekitar 53,598 ton dibanding 2014 yang hanya sekitar 838.207 ton.

Hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten/Kota, ketersediaan atau stok beras masih mencukupi.

Namun beberapa jenis beras premium mengalami kenaikan harga sekitar Rp200 sampai Rp300 per kilogram.

Wakil Ketua Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kalteng Syahrin Daulay mengatakan, untuk menyiasati adanya beras tertentu mengalami kenaikan, Pemerintah Provinsi bersama Bulog Perwakilan Kalteng menyalurkan beras di sejumlah pasar tradisional maupun pasar penyeimbang.

"Penyaluran beras dari Bulog tersebut bertujuan memberikan pilihan kepada masyarakat agar tidak hanya membeli beras jenis premium tapi juga medium yang dari segi rasa sama. Beras dari Bulog kan enak-enak juga, hanya memang tergantung kebiasaan saja, Tapi, intinya masyarakat diberikan pilihan mau beli yang mahal atau murah," kata Syahril.




Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026