
Bus Hayak Tamara Tabrak Rumah Warga Teweh Baru

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Sebuah mobil angkutan penumpang bus "Hayak Tamara" yang melayani rute Muara Teweh-Banjarmasin menabrak teras rumah warga di jalan negara kilometer satu Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru saat menaiki tanjakan di jalan berbukit atau tanjakan kedua setelah jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh.
"Saat menaiki tanjakan tinggi ini sudah jarak yang cukup jauh dengan mobil Avanza di depan, tapi saat dipertengahan tanjakan mobil Avanza itu berjalan lambat seperti tidak normal atau mau mogok. Karena itu saya mengurangi kecepatan agar tidak menabrak, dan ketika ingin mengoper ke gigi rendah, tiba-tiba macet atau tidak bisa hingga posisi gigi menjadi netral," kata supir bus Hayak Tamara, Arul di Muara Teweh, Minggu.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/3) sekitar pukuylk 16.45 WIB saat itu bus dengan nomor polisi KH 7454 E berangkat dari terminal PBB Muara Teweh dengan membawa sembilan penumpang, karena tidak bisa melewati tanjakan sehingga bus berjalan mundur kebelakang hingga menabrak teras depan rumah warga yang ada di pinggir jalan negara tersebut.
Menurut dia, untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan-kendaraan lainnya yang ada di belakang, maka membanting stir hingga ke luar jalur badan jalan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun bus yang berjalan mundur dengan kondisi mesin yang masih hidup menabrak bagian teras depan rumah warga. Diketahui bahwa pemilik rumah tersebut adalah Bahtiar.
"Untuk para penumpang yang tadinya ikut bus Hayak Tamara dari Muara Teweh menuju ke Banjarmasin sudah kita pindahkan ke armada lain. Kondisi mereka baik-baik saja dan tidak mengalami luka-luka atau cidera," katanya.
Penjaga loket bus, Ahmad Yani menambahkan untuk evakuasi mobil bus Hayak Tamara, pihaknya masih mencari alat berat untuk menariknya, sebab kondisi mobil bus ini miring kesebelah kanan, karena ban bagian sebelah kanan mobil terperosok.
"Saat ini kita sedang melakukan evakuasi bus dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator, agar bus bisa kembali ke badan jalan," kata Yani.
Sementara pemilik rumah Bahtiar yang terkena imbas dari kecelakaan tunggal itu mengatakan, kecelakaan lalu lintas akibat mobil angkutan penumpang dan barang yang berjalan mundur ketika menaiki tanjakan ke dua setelah jembatan KH Hasan Basri ini sudah sering terjadi.
Kejadian mobil yang berjalan mundur hingga mengakibatkan rumahnya menjadi rusak, dan ini sudah yang ke dua kalinya, dimana belum sampai satu tahun ini juga ada truk yang mengankut buah sawit menabrak rumahnya hingga rusak.
"Kami berharap pemerintah menangani jalan tanjakan tinggi ini, dengan memotongnya sehingga tanjakan tidak terlalu tinggi. Saya khawatir kalau dibiarkan seperti ini akan terulang kejadian serupa dan bisa saja menimbulkan korban jiwa," ujarnya.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
