Logo Header Antaranews Kalteng

Wali Kota Harapkan Hasil Positif Pascarakornas Litbang

Jumat, 17 Maret 2017 17:47 WIB
Image Print
Wali Kota Palangka Raya Dr HM Riban Satia ketika memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada peserta Rakornas Kelitbangan, Swiss Bell Rabu (15/3) malam (Foto Antara Kalteng/Rachmat Hidayat)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Wali Kota Palangka Raya Dr HM Riban Satia berharap Rapat Koordinasi Nasional Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah se-Indonesia tahun 2017 dapat memberikan hasil positif bagi daerah itu.

"Kami yakin peran strategis Litbang dalam pembangunan cukup penting, sehingga diperlukan eksistensi dari instansi tersebut untuk berinovasi dan memberi motivasi dalam melaksanakan tugasnya," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Wali Kota mengatakan, keberadaan Litbang dalam menghadapi era globalisasi modern adalah salah satu indikator dan faktor kunci dalam peningkatan daya saing daerah.

Oleh sebab itu, kegiatan itu betul-betul tepat untuk membahas langkah konkret dalam rangka memberdayakan peran dan fungsi Litbang.

"Peran strategis penguatan penelitian dan pengembangan sebagai poros perumus kebijakan dalam mendorong inovasi daerah, cukup penting untuk dibahas dari tingkat pusat sampai dengan kabupaten/kota," ucap Riban.

Kota Palangka Raya dengan luas 2.689 Km persegi dengan tiga wajah geografi wilayah, yaki perkotaan, pedesaan, dan hutan. Kondisi itu merupakan situasi yang cukup menantang dalam menjalankan proses pembangunan.

Dengan kondisi tersebut Badan Litbang sangat diharapkan untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan menunjukan eksistensi dalam menciptakan pertumbuhan nilai ekonomi masyarakat.

"Semoga dalam Rakernas tersebut hasilnya dapat diimplementasikan secara langsung oleh daerah, dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Palangka Raya," ujar Riban.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Litbang Kemendagri Dodi Riyadmadji menyatakan bahwa kehutanan menjadi salah satu tema yang diusung Rakornas Kelitbangan 2017. Hal itu didasari oleh potensi hutan Indonesia sebagai salah satu unsur pembangunan bangsa.

"Palangka Raya terpilih sebagai tuan rumah karena eksistensi hutannya masih terasa, bukan semata-mata hanya mengolah kayu dari hutan tapi banyak sumber lain selain kayu. Ada madu yang dapat dibudidayakan dari kayu, dan lainnya," demikian Dodi.



Pewarta :
Editor: Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026