Kawasan perdagangan di Muara Teweh terbakar

id perdagangan muara teweh, kebakaran kawasan perdagangan,kebakaran muara teweh

Sejumlah bangunan berkonstruksi kayu di kawasan perdagangan di Jalan Sengaji Hilir RT 8 Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hangus terbakar, Kamis pagi. (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Sejumlah bangunan berkonstruksi kayu di kawasan perdagangan di Jalan Sengaji Hilir RT 8 Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hangus terbakar, Kamis pagi.

Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan rumah tergolong usia tua itu terjadi sekitar pukul 04.15 WIB.

"Api sangat cepat karena bangunan atau rumah yang terbakar konstruksi kayu dan merupakan bangunan lama dengan bentuk dindingnya tinggi, sehingga banyak yang tidak bisa di selamatkan warga," kata Adi warga setempat saat ditemui dilokasi kejadian.

Bangunan yang terbakar itu antara lain rumah dengan dua pintu ada dua buah yakni digunakan sebagai tempat berjualan telur dan beras, bengkel dan kue, kios nasi kuning, selain itu kios mie ayam dan sembako.

Disamping itu rumah yang dihuni warga lainnya ada yang terbakar pada bagian atas atau lantai duanya.

Api berhasil diblokade pemadam kebakaran dibantu masyarakat setempat tidak merembet ketempat lain karena dikiri dan kanan bangunan yang terbakar ada bangunan pertokoan beton dengan tinggi dua lantai.

"Api tidak merembet kebangunan lain karena terhalang bangunan toko berkonstruksi beton," katanya.
 
Sejumlah warga dan mobil pemadam kebakaran api memadamkan kebakaran di kawasan padat penduduk di Jalan Sengaji Hilir Muara Teweh, Kamis pagi. (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Dalam peristiwa itu upaya pemadaman dilakukan mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Barito Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mobil water canon Polres setempat dan manggala agni daerah operasi IV Muara Teweh serta masyarakat setempat dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.45 WIB.

Informasi dari warga setempat api diduga berasal dari bangunan yang menjual nasi kuning.
 

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar