
Begini upaya RSUD dr Murjani Sampit meningkatkan pelayanan

Sampit (Antaranews Kalteng) - RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, terus menambah bangunan baru untuk meingkatkan pelayanan kesehatan dari sisi kualitas dan kuantitas karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi.
"Tahun ini ada pembangunan gedung baru bantuan dari pemerintah provinsi. Selain itu, pemerintah kabupaten juga akan membangun gedung instalasi bedah sentral terpadu dengan sistem pembiayaan tahun jamak tiga tahun," kata Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, dr Yudha Herlambang di Sampit, Jumat.
Saat ini, rencana pembangunan gedung itu sedang tahap lelang dan bisa dipantau masyarakat karena dilakukan secara terbuka oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kotawaringin Timur. Pagu anggarannya sebesar Rp151 miliar dengan lama pengerjaan 20 bulan.
Pembangunan gedung baru dari pemerintah provinsi memanfaatkan lokasi yang dulunya ditempati instalasi gizi, sedangkan gedung instalasi bedah sentral terpadu dibangun di eks ruang perawatan anak.
Terbatasnya lahan membuat pembangunan harus dilakukan dengan menambah lantai hingga beberapa tingkat agar kapasitasnya bisa ditambah.
Gedung instalasi bedah sentral terpadu nantinya akan diisi pelayanan penting seperti instalasi gawat darurat, layanan penunjang laboratorium dan radiologi, ICU, ruang homodialisa atau cuci darah berkapasitas 27 mesin, ruang bedah sentral berkapasitas tujuh kamar operasi, kamar VIP dan VVIP serta lainnya.
Penambahan kapasitas dan peningkatan pelayanan ini karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit terus meningkat.
Pembangunan dan penataan dilakukan bertahap tidak hanya untuk mengejar target kapasitas 400 kamar perawatan, tetapi juga sekaligus mengatasi agar lantai ruangan tidak lagi terendam banjir saat hujan deras.
Yudha mengakui, masih banyak sarana yang dibutuhkan rumah sakit tipe B itu. Ia optimistis semua bisa dipenuhi secara bertahap karena pemerintah daerah sangat serius mendukung perkembangan rumah sakit tersebut.
Sejak tahun 2015, RSUD dr Murjani Sampit ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional. Dampak positifnya, bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir, di antaranya pembangunan gedung baru untuk perawatan kelas III pada 2015, bantuan peralatan kesehatan pada 2016 dan bantuan pembangunan gedung baru perawatan kesehatan ibu dan anak pada 2017.
"Selain kapasitas ruangan, tenaganya juga akan kami tambah. Seperti di poli, satu bidang itu nantinya diupayakan dilayani lebih dari satu ruangan sehingga warga tidak terlalu lama menunggu," tambah Yudha.
Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan itu juga untuk mendukung upaya RSUD dr Murjani Sampit mendapatkan akreditasi paripurna. Meski bukan perkara mudah, Yudha optimistis target itu bisa dicapai dengan komitmen semua pihak.
Ada sekitar 1.300 instrumen penilaian yang ditetapkan dan harus dicapai minimal 80 persen. Hal itu menyangkut prosedur pelayanan mulai saat pasien tiba di rumah sakit hingga pasien selesai menjalani perawatan dan meninggalkan rumah sakit.
Manajemen RSUD dr Murjani Sampit sedang melakukan sosialisasi dan implementasi dokumen yang sudah disusun. Seluruh karyawan harus memahami dan laksanakan semua ketentuan tersebut. Yudha berharap, rumah sakit ini bisa mengikuti penilaian akreditasi pada September nanti dan diharapkan dapat mencapai paripurna.
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
