
DKPP Palangka Raya periksa jeroan sapi kurban, ini hasilnya

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah memeriksa jeroan hewan kurban yang telah disembelih masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan dengan sistem sampel acak di delapan masjid di dalam kota, kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Verteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya, Sumardi, Rabu.
Dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya menyatakan jeroan sapi kurban tersebut layak dikonsumsi masyarakat.
"Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim yang terdiri dokter hewan dan paramedis peternakan menyatakan jeroan mulai dari hati, jantung, usus dan lain sebagainya layak dikonsumsi," katanya.
Sebelumnya pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kondisi fisik hewan kurban di sejumlah wilayah di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.
"Hasilnya, secara umum bisa dikatakan seluruh hewan layak dijadikan kurban. Mengacu hasil pemeriksaan hari ini, daging dan jeroan sapi kurban juga layak untuk dikonsumsi," katanya.
Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ternyata mendapati daging terutama jeroan daging kurban terlihat tidak sehat atau tidak seperti pada umumnya segera melapor ke DKPP kota.
Dia pun meminta masyarakat memahami ciri umum hati sapi yang tidak sehat dan tak layak dikonsumsi karena mengandung cacing.
Diantara cirinya yakni, hati sapi berwarna merah muda atau cokelat terang dan terdapat lubang kecil tempat bersarangnya cacing.
Biasanya dari luar kurang tampak namun saat dipotong akan terlihat lubang-lubang dan cacing hidup biasanya masih ada di dalamnya.
"Kami imbau masyarakat tidak memasak atau mengkonsumsi jeroan baik hati, jantung, usus dan lain sebagainya yang terindikasi mengandung cacing atau tidak sehat," katanya.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
